Bangun Taman Gili Dukuh, Masyarakat Desa Blahkiuh Kembangkan Wisata Spiritual

Taman Gili Dukuh berada tepat di atas Kolam Renang Tirta Arum, tepatnya di Banjar Kembangsari, Desa Blahkiuh, Abiansemal, Badung

Bangun Taman Gili Dukuh, Masyarakat Desa Blahkiuh Kembangkan Wisata Spiritual
Tribun Bali/Agus Aryanta
Taman Gili Dukuh berada tepat di atas Kolam Renang Tirta Arum, tepatnya di Banjar Kembangsari, Desa Blahkiuh, Abiansemal. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Masyarakat Desa Blahkiuh kini memiliki wisata spiritual. Wisata spiritual yang dinamai Taman Gili Dukuh berada tepat di atas Kolam Renang Tirta Arum, tepatnya di Banjar Kembangsari, Desa Blahkiuh, Abiansemal.

Perbekel Desa Blahkiuh, I Gusti Ngurah Made Oka yang mengatakan, sejak dulu memang sudah ada sumber mata air dan tempat pemandian umum.

Masyarakat Desa Blahkiuh setiap tahun juga melaksanakan upacara melasti.

Maka Desa Blahkiuh memiliki sebuah inovasi untuk membuat Taman Gili Dukuh dengan berkoordinasi dengan pihak desa adat.

Kemudian, pihak desa meminta izin ke Puri Blahkiuh untuk pembangunan Taman Gili Dukuh tersebut.

“Dari unsur masyarakat biasanya memendak tirta ke Dukuh ketika ada piodalan ataupun saat nyekah massal. Sebenarnya, tanah tersebut kan milik puri, jadi kami harus minta izin dulu. Pihak puri memberi izin menggunakan tanah tersebut semasih digunakan untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Taman Gili Dukuh berada tepat di atas Kolam Renang Tirta Arum, tepatnya di Banjar Kembangsari, Desa Blahkiuh, Abiansemal.
Taman Gili Dukuh berada tepat di atas Kolam Renang Tirta Arum, tepatnya di Banjar Kembangsari, Desa Blahkiuh, Abiansemal. (Tribun Bali/Agus Aryanta)

Taman Gili Dukuh dibangun bukan tanpa alasan. Tujuan dibangunnya tempat tersebut yakni sebagai salah satu upaya pelestarian adat, agama, dan budaya di Desa Blahkiuh.

Ia menjelaskan dulunya masyarakat desa Blahkiuh melasti ke Pantai Seseh, Pantai Batu Bolong.

Kini masyarakat setempat mulai memanfaatkan sumber mata air yang  dimiliki. Selain menghemat waktu juga menghindari keramaian.

“Kini kami sudah memiliki tempat melasti yang representatif yang setiap tahun akan kami gunakan,” ungkap Ngurah Made Oka.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved