Pertama di Bali UNHI Buka Prodi Hukum Adat, Tamat Bergelar SH, Bisa Jadi Pengacara hingga Notaris

Wakil Rektor (WR) I UNHI, Prof. Dr. Putu Gelgel, SH.,MH., mengatakan prodi ini merupakan satu-satunya yang ada di Bali.

Pertama di Bali UNHI Buka Prodi Hukum Adat, Tamat Bergelar SH, Bisa Jadi Pengacara hingga Notaris
Tribun Bali/Putu Supartika
Wakil Rektor (WR) I UNHI, Prof. Dr. Putu Gelgel, SH.,MH 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar kini semakin melebarkan sayapnya di bidang pendidikan.

Tahun ajaran 2019/2020 ini UNHI membuka Program Studi Hukum Adat yang akan menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang akan melanjutkan kuliah di UNHI.

Wakil Rektor (WR) I UNHI, Prof. Dr. Putu Gelgel, SH.,MH., mengatakan prodi ini merupakan satu-satunya yang ada di Bali.

Menurutnya, selama ini di perguruan tinggi lain di Bali hanya ada Prodi Ilmu Hukum walaupun kini juga sudah ada Prodi Hukum Internasional, namun belum ada yang membentuk Prodi Hukum Adat ini.

"Padahal di Bali, hukum adat Bali sangat dibutuhkan oleh masyarakat Bali utamanya desa adat, oleh karena itu UNHI mengusulkan dibentuk Prodi Hukum Adat," katanya saat ditemui di ruangannya, Selasa (14/5/2019) siang.

Baca: Pengurus DPC FPPI Kota Denpasar Masa Bakti 2019-2024 Dilantik, Ini Tiga Proker yang Paling Menonjol

Baca: Perbedaan Orang Kaya Lama dan OKB Alias Orang Kaya Baru, Ada Perbedaan Yang Mencolok

Pembentukan prodi ini diusulkan ke Kementerian Agama (Kemenag) dan kini izinnya sudah turun, sehingga tahun ajaran 2019/2020 ini sudah bisa menerima mahasiswa baru.

Apalagi dengan akan diperkuatnya Desa Adat oleh Gubernur Bali, SDM prajuru adat juga harus kuat dalam tata kelola pemerintahan dan keungan sehingga ilmu hukum adat ini sangat diperlukan.

Adapun mata kuliah yang akan diajarkan pada Prodi Hukum Adat ini meliputi mata kuliah Hukum Adat, Hukum Adat Lanjutan yakni hukum adat tentang keluarga termasuk pembagian waris, Antropologi Hukum, Kapita Selekta Hukum Adat, Hukum Adat Bali, Kebudayaan Bali, Teknik Penulisan Awig-awig.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved