Pesta Miras Berujung Pembunuhan dan Pembakaran Mayat, Polisi Sebut Pelaku Masih Tetangga

Mayat Eko ditemukan dalam kondisi terbakar di kebun jagung milik Tegar (50) di Manyarsari, Gunungsari, Dawarbladong, Mojokerto, Senin (13/5/2019).

Pesta Miras Berujung Pembunuhan dan Pembakaran Mayat, Polisi Sebut Pelaku Masih Tetangga
dokumentasi polisi
Polisi olah TKP di kediaman Priono di Dusun Temanggungan RT 03 RW 05, Kejagan, Trowulan, Mojokerto. 

Pesta Miras Berujung Pembunuhan dan Pembakaran Mayat, Polisi Sebut Pelaku Masih Tetangga

TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Eko Yuswanto (32) menjadi korban pembunuhan sadis di Mojokerto.

Mayat Eko ditemukan dalam kondisi terbakar di kebun jagung milik Tegar (50) di Manyarsari, Gunungsari, Dawarbladong, Mojokerto, Senin (13/5/2019).

Polisi telah menangkap dua tersangka pembunuhan sadis ini, yaitu Priono (38), dan Dantok Narianto (36).

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Danny Setiono menerangkan sebelum melancarkan aksi kejinya, dua tersangka sempat mengajak korban ke rumah makan di Jalan Jayanegara, Mojokerto pada Minggu (12/5/2019) pagi.

Baca: Bingung Bayar Wanita Penghibur karena Punya Rp 50 Ribu, Pelaku Cekik Korban Pakai Sarung Bantal

Baca: VIDEO Suasana Evakuasi Potongan Tubuh Wanita di Beberapa Tempat, Sempat Dikira Bangkai Tikus

Baca: Tubuh Wanita Ini Dimutilasi 6 Potongan di Malang, Pelaku Simpan 3 Catatan Berisi Ruwet

Baca: Saya Gak Tau Kenapa Bisa Sama Dia, Gak Ngerti Saya, Pasangan Selingkuh Keciduk Curi Itik

Baca: Dua Tahun Berselingkuh, Wayan Artana dan Widnyani Terciduk Lakukan Ini di Kandang Itik

Kemudian korban diajak ke rumah Priono untuk pesta minuman keras (miras).

Tak lama kemudian para pelaku membekap wajah korban menggunakan bantal.

Pelaku juga memukulkan benda tumpul ke wajah korban sampai korban tewas.

“Korban dibekap oleh seorang pelaku menggunakan bantal sehingga korban tidak bisa bernafas,” kata Sigit.

“Setelah dibekap, korban dipukul menggunakan benda tumpul di muka,” lanjutnya.

Dalam kasus ini, polisi menemukan beberapa barang bukti, mulai rangka kusen jendela rumah dan beberapa stel pakaian milik korban.

Polisi juga menemukan beberapa bercak darah di dalam rumah tersangka.

Kusen jendela tersebut digunakan untuk mengangkat mayat korban menuju lokasi pembuangan sekaligus pembakaran mayat.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menerangkan kasus pembunuhan yang berhujung pembakaran mayat tergolong sebagai pembunuhan berencana.

“Jadi itu memang direncanakan. Apalagi sebelumnya diajak minum.”

“Saat lengah, korban langsung dibunuh pakai benda itu,” jelas Barung. (*)

 

Artikel ini ditulis Luhur Pambudi telah tayang di suryamalang.com

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved