TPA Seharusnya Dilengkapi Perawat dan Ahli Gizi, Cok Ace Sayangkan Bayi Meninggal di TPA

Atas meninggalnya balita berusia tiga bulan di Tempat Penitipan Anak (TPA) Princess House Childcare Denpasar mendapat perhatian dari Wakil Gubernur

TPA Seharusnya Dilengkapi Perawat dan Ahli Gizi, Cok Ace Sayangkan Bayi Meninggal di TPA
Dok Pemprov Bali
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Atas meninggalnya balita berusia tiga bulan di Tempat Penitipan Anak (TPA) Princess House Childcare Denpasar mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace).

Pihaknya sangat menyayangkan peristiwa tersebut sampai terjadi. Terlebih lagi usaha TPA itu sudah beroperasi bertahun-tahun, namun ilegal.

“Kami menyayangkan hal itu sampai terjadi. (TPA) sudah berjalan sekian tahun kok tidak ada yang ngeh,” kata Cok Ace saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Selasa (14/5/2019).

Selanjutnya, dia juga menyoroti terkait persoalan SDM pengasuh di TPA itu yang masih belum memadai.

Menurut Cok Ace di setiap TPA seharusnya memiliki perawat dan ahli gizi yang bertugas untuk memastikan kesehatan anak-anak yang dititipkan.

Baca: Ini Perkembangan Terbaru Kasus Pembunuhan Kasir Sebuah Minimarket Vera Oktaria

Baca: Jaya Negara Hadiri Buka Puasa Bersama di Mushola Al-Rahman, Ajak Warga Jaga Kerukunan Umat Beragama

Adapun mengenai urusan perizinanannya berada di ranah pemerintah kabupaten/kota.

Cok Ace berharap peristiwa tersebut jangan sampai terulang kembali. Kalau ada tempat penitipan anak seperti itu, setiap saat harus diselidiki dan disidak. 

Dikatakannya setiap saat kondisi TPA akan terus berubah. Mungkin saat ini memiliki kompetensi, sedangkan tahun depannya tidak sehingga perlu dilakukan pengawasan berkelanjutan.

“Saya kira kabupaten/kota harusnya lebih aware terhadap masalah seperti ini. Ini pelanggaran yang sangat luar biasa. Sebuah tempat yang diharapkan orangtua menitipkan anak-anak dan bayinya untuk mendapat perlindungan dan aman, namun justru kehilangan nyawa,” tuturnya.

Baca: Cegah Penyebaran Virus ASF Pada Babi, Dinkeswan Bali Awasi Ketat Limbah Makanan Pesawat Asal China

Baca: WBP Lapas Perempuan Hasilkan Banyak Kerajinan, Bintang Puspayoga Harap Pemda Manfaatkan Potensi Ini

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta tidak memungkiri pentingnya keberadaan TPA pada masa sekarang ini.

Sambungnya, TPA itu penting ketika ibunya sedang sibuk bekerja, anaknya diharapkan tetap terurus.

Namun,  menurut Parta, dalam hal persyaratan pendirian TPA, persoalannya yang mengurus TPA ini juga harus tersertifikasi.

“Setiap TPA harus berizin. Apalagi menyangkut urusan anak dan ada persoalan pidana seperti ada anak yang hilang, bagaimana tanggung jawab mereka,” kata Parta.

Baca: Sejak Bom Bali, Jumlah Angkutan Umum di Kota Denpasar Terus Merosot, Beberapa Terminal Mati Suri

Lanjutnya, TPA sebelum berizin seharusnya jangan beroperasi dulu.

Pemerintah kabupaten/kota diharapkan lebih selektif dan melakukan monitoring dalam persoalan berdirinya TPA di kabupaten masing-masing. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved