Bangunan TK/SD Internasional Kubu Mangkrak, Peruntukannya Belum Jelas

Bangunan TK/SD Internasional Kubu Bangli hingga kini tidak jelas peruntukkannya sejak pembunuhan Prabangsa

Bangunan TK/SD Internasional Kubu Mangkrak, Peruntukannya Belum Jelas
Tribun Bali/Fredey Mercury
Kondisi bangunan di TK/SD Internasional Kubu, Selasa (14/5/2019). Tidak ada kejelasan peruntukan bangunan ini. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bangunan TK/SD Internasional Kubu Bangli hingga kini tidak jelas peruntukkannya.

Sejatinya berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bangli mengincar bangunan yang sempat menjadi lokasi mengungsi warga terdampak erupsi Gunung Agung itu.

Satu di antaranya dari Dinas Satpol PP dan Damkar yang sempat mengutarakan keinginannya belum lama ini. Bahkan sempat direncanakan akan menjadi Mal Pelayanan Publik (MPP) di Bangli.

Kabag Umum Setda Bangli, Kadek Mahindra Putra mengatakan, gedung tersebut memang belum selesai masa pembangunannya.

Ini dikarenakan terkendala kasus yang dialami oleh Nyoman Susrama (adik mantan Bupati Bangli yang menjadi terpidana kasus pembunuh wartawan, Anak Agung Gede Narendra Prabangsa).

“Bangunan itu sudah ada sekitar tahun 2008 saat kepemimpinan pak Bupati Arnawa. Persentase pembangunannya kala itu sudah hampir mencapai 70 persen. Karena ada kasus dan masih dalam proses hukum, makanya tidak dilanjutkan,” ungkapnya, Selasa (14/5/2019).

Di lain sisi, berdasarkan pantauan bangunan dua lantai tampak memperihatinkan. Bagian genting di satu gedung telah rontok dan terlihat struktur rangka bajanya. Sedangkan gedung lain, beberapa kacanya telah pecah.

Mahindra mengatakan, bangunan yang berdiri di lahan seluas 12,5 hektare ini beberapa sudah dimanfaatkan. Seperti beberapa gedung yang kini digunakan sebagai kampus IHDN, SD 4 Kubu, serta Gedung sebelah utara yang digunakan sebagai Kantor Dinas Perpustakaan Bangli.

“Beberapa bangunan lain itu sejatinya tinggal proses finishing saja. Seperti pemasangan kramik, plafon, perbaikan kamar mandi,” ucapnya.

Mahindra tidak memungkiri terkait kerusakan yang terjadi seperti adanya genting bocor yang tentunya menambah biaya perbaikan gedung.

Sedangkan disinggung kelanjutan pembangunan gedung tersebut, pria asal Desa Kedisan, Kintamani ini mengatakan ada rencana kelanjutannya.

Meski demikian pihaknya tidak mengetaui secara pasti kapan bisa direalisasikan rencana itu.

“Kalau tahunnya kami kurang tau. Karena kewengannya ada di disdik (Disdikpora Bangli). Apakah diusulkan atau tidak, kami juga kurang tau,” ungkapnya. Sementara itu, Kadisdikpora Bangli, I Nyoman Suteja tidak bisa dikonfirmasi, terkait rencana kelanjutan finishing gedung yang kian mangkrak dimakan usia tersebut. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved