Dua Kali Disiram Air Panas, EF Tak Tahan Lagi dan Memilih Kabur dari Rumah Majikan di Gianyar

Wanita 21 tahun ini mengaku penganiaayaan terjadi seusai dirinya tak menemukan gunting kawat yang diminta sang majikan.

Dua Kali Disiram Air Panas, EF Tak Tahan Lagi dan Memilih Kabur dari Rumah Majikan di Gianyar
TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA
Pembantu rumah tangga berinisial EF (kanan) mengaku mendapat kekerasan dari istri pemilik rumah. Rabu (15/5/2019) korban melapor ke Mapolda Bali didampingi pengacaranya. 

Dua Kali Disiram Air Panas, EF Akhirnya Tak Tahan Lagi dan Memilih Kabur

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembantu rumah tangga berinisial EF mengaku mendapat kekerasan dari istri pemilik rumah.

Wanita 21 tahun ini mengaku penganiaayaan terjadi seusai dirinya tak menemukan gunting kawat yang diminta sang majikan.

Sebagai hukuman, EF pun mengaku pada polisi disiram air panas oleh majikannya berinisial DMW.

Warga Jember, Jawa Timur spontan menangis semalam menahan rasa sakit.

Lantaran sudah tak tahan, EF memilih kabur.

Baca: Gara-gara Hilang Gunting Seharga Rp 88 Ribu, Seorang PRT di Gianyar Mengaku Disiram Air Panas

Saat melapor ke Polda Bali didampingi seorang pengacara, EF mengatakan penyiraman tersebut dilakukan majikan, adik tiri korban, dan satpam rumah pada Selasa (7/5/2019) sekitar pukul 12.00 wita.

Dimana adik tiri korban yang sudah bekerja terlebih dahulu sebagai baby sitter, diminta sang majikan membuatkan air panas yang akan dibuat untuk menyiram korban yang telah bekerja selama 7 bulan.

"Yang nyiram juga ada adik tirinya yang kebetulan kerja disitu juga. Jadi beliau ini bekerja difasilitasi adiknya. DSW ini dikatakan korban kehilangan gunting besi warna hitam, yang kalau dibeli itu hanya Rp 88 ribu. Kehilangannya tanggal 7 Mei, pagi," kata pengacara korban, Supriyono.

Penyiraman pertama dilakukan oleh majikan korban, lalu disusul adik tiri korban, dan satpam rumah yang disuruh dan atas tekanan majikannya.

Tak lama setelah penyiraman tersebut, korban disuruh mencari kembali pada malam harinya sekitar pukul 20.00 wita, disusul penyiraman air panas dispenser untuk kedua kalinya.

Dimana penyiraman tersebut dilakukan adik tiri korban dan satpam atas perintah majikannya.

Korban diminta untuk mencari terus hingga Rabu (8/5/2019) pukul 02.00 wita dini hari, namun korban tetap masih tidak menemukan gunting besi tersebut.

"Esoknya tanggal 8 Mei, pagi. Tau kalau majikannya masih tidur dan adiknya mandi, sekitar jam 9 pagi, korban kabur. Ia loncat pager sambil tahan sakitnya. Terus bersembunyi di warung deket lokasi kejadia," lanjut Supriyono di Polda Bali pada Rabu (15/5/2019). (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved