Kemenpar RI Kaji Kebijakan Bali yang Ingin Terapkan Kontribusi Terhadap Wisatawan

Wacana pungutan dana kontribusi untuk wisatawan yang melancong ke Bali saat ini tengah dikaji oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI

Kemenpar RI Kaji Kebijakan Bali yang Ingin Terapkan Kontribusi Terhadap Wisatawan
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Gubernur Bali Wayan Koster (baju merah) melakukan sesi foto bersama dengan berbagai stakeholder usai melaksanakan rapat penerapan kontribusi kepada wisatawan di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (14/5/2019) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wacana pungutan dana kontribusi untuk wisatawan yang melancong ke Bali saat ini tengah dikaji oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

Dana kontribusi wisatawan ini diharapkan digunakan untuk kepentingan Provinsi Bali secara umum, wisatawan serta seluruh stakeholder pariwisata.

Terkait dengan pengkajian ini, Staf Ahli Bidang Pemasaran Pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI Prof Gede Pitana mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti wacana kebijakan ini dengan melakukan pertemuan dengan berbagai stakeholder pariwisata, termasuk media dan masyarakat.

Ia meminta agar kebijakan ini nantinya harus memiliki dampak bagi masyarakat.

"Harus diakui pada awalnya akan ada respons negatif, tapi saya kira kedepannya tidak akan ada masalah. Yang penting, harus ada dampak pada masyarakat, jangan hanya pemerintahnya saja," tegas Pitana.

Baca: Kelemahan dan Kekuatan Bali United Jelang Laga Lawan Persebaya Surabaya

Baca: Pembinaan Lagu Pop Daerah Bali Duta PKB Kota Denpasar Difokuskan pada Nada, Gerakan, dan Kekompakan

Hal itu diungkapkan dalam rapat penerapan kontribusi kepada wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara melalui Peraturan Daerah (Perda) tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelestarian Lingkungan Alam dan Budaya Bali, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (14/5/2019) pagi.

Dalam rapat tersebut nampak pula hadir Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Bapenda Made Santha, Kadis Pariwisata AA Gede Yuniartha, perwakilan Kemendagri, Kemenkumham Bali, serta perwakilan asosiasi kepariwisataan Bali.

Mengenai masalah besaran pungutan kontribusi, Pitana mengusulkan agar besarannya bisa disosialisasikan dan dibebankan secara bertahap kepada masyarakat, dimulai dari besaran kecil dan meningkat dalam jangka waktu tertentu.

"Paling masuk akal juga kontribusi ini dibebankan pada akomodasi untuk cakupan wisatawan yang lebih luas," kata akademisi Universitas Udayana ini.

Baca: Cadangkan Irfan Bachdim, Ini Prediksi Starting 11 Bali United vs Persebaya

Baca: Bangunan TK/SD Internasional Kubu Mangkrak, Peruntukannya Belum Jelas

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved