Pemogan Jadi Desa Pertama di Indonesia Dapat Layanan Rehabilitasi Narkoba Berbasis Masyarakat

Pemogan menjadi sasaran pertama pencanangaan layanan rehabilitas berbasis masyarakat dan agen pemulihan dalam rangka mewujudkan desa bersinar

Pemogan Jadi Desa Pertama di Indonesia Dapat Layanan Rehabilitasi Narkoba Berbasis Masyarakat
Tribun Bali/M Firdian Sani
Sambutan dari Kepala BNN RI Komjen Po Heru Winarko dalam acara pencanangaan layanan rehabilitas berbasis masyarakat dan agen pemulihan dalam rangka mewujudkan desa bersinar di Banjar Dukuh Tangkas Jalan Raya Pemogan, Denpasar, Bali, (15/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Narkoba kian banyak ditemui di berbagai daerah di Bali.

Tercatat ada 92 orang pengguna narkoba pada tahun 2019 dimana diantaranya adalah 84 pria dan 8 wanita.

Tentunya kasus itu membutuhkan penanganan serius, misalnya rehabilitasi.

Berdasarkan arahan BNN pusat, pada tanggal 15 Mei 2019, rehabilitasi berbasis masyarakat untuk pertama kali dilakukan di Bali, tepatnya di Pemogan.

Untuk kali pertama di Indonesia dan Bali, Pemogan menjadi sasaran pertama pencanangaan layanan rehabilitas berbasis masyarakat dan agen pemulihan dalam rangka mewujudkan desa bersinar.

Selain Pemogan, di Bali ada dua daerah lagi yang teridentifikasi sebagai zona merah lapak narkotika yaitu, Seminyak dan Tabanan.

Baca: Ngabuburit Bareng hingga Berbagai Event Menarik Selama Ramadhan Fest di Plaza Renon

Baca: Napi Lapas Perempuan Denpasar Akan dapat Remisi Idul Fitri, Kalapas Minta Hafalkan Ayat Kursi

"Ada 654 daerah rawan narkoba di Indonesia, Bali mempunyai 3 wilayah rawan dan jenis-jenisnya berbeda, untuk wilayah Seminyak dominan heroin, Pemogan ada pengguna sabu dan Tabanan mayoritas ganja," ujar Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko.

Pemogan adalah desa terbesar di daerah Denpasar, apalagi letaknya dekat dengan tempat hiburan malam, sehingga pertumbuhan pengguna narkoba semakin berkembang.

Selain dekat dengan tempat hiburan malam, kos-kosan juga dicurigai petugas sebagai tempat para pengguna mengonsumsi barang haram tersebut.

Halaman
12
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved