Pemprov Kembali Buka Lowongan Penyuluh Bahasa Bali, Ini Persyaratan yang Harus Dipenuhi Pendaftar!

Pemprov Bali kembali melaksanakan perekrutan tenaga kontrak penyuluh Bahasa Bali

Pemprov Kembali Buka Lowongan Penyuluh Bahasa Bali, Ini Persyaratan yang Harus Dipenuhi Pendaftar!
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Peserta Festival Bahasa Bali mengerjakan tulisan di sisi timur Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Kamis (23/2/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka melestarikan, mengembangkan dan memberdayakan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali, serta untuk memenuhi kebutuhan pada desa yang belum diisi penyuluh Bahasa Bali, maka pemprov Bali kembali melaksanakan perekrutan tenaga kontrak penyuluh Bahasa Bali.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Nyoman Parta menyampaikan saat ini 68 dari 716 desa/kelurahan di Bali masih kosong tenaga penyuluh Bahasa Bali, sehingga sekarang perlu dilakukan perekrutan kembali.

Ia menyebut beberapa alasan dilaksanakannya perekrutan penyuluh Bahasa Bali.

“Ada yang memang karena masih kosong, ada yang berhenti, ada yang kawin dan ada yang mendapat CPNS,” kata Parta usai menggelar rapat kerja dengan instansi terkait di Ruang Baleg Kantor DPRD Bali, Selasa (14/5/2019) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 51 orang penyuluh mengajukan perpindahan untuk ditempatkan di desa yang dekat rumah masing-masing.

Baca: Putri Koster Imbau Ibu Rumah Tangga Jaga Keluarga dari Bahaya HIV/AIDS dan Narkoba

Baca: Tes Kepribadian: Gambar Nebula Mana yang Anda Pilih? Jawabannya Akan Ungkap Kepribadian Terpendam

Namun permohonan tersebut belum bisa dipenuhi karena belum semua desa memiliki penyuluh Bahasa Bali, sehingga kalau ditinggal dikhawatirkan desa itu tak memiliki penyuluh lagi.

“Intinya belum bisa mengajukan pindah. Kalau sudah penuh baru bisa dirotasi,” ujar Parta.

Kasi Kurikulum, Penilaian Bidang PKLK dan Bahasa, Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Wayan Gde Jagra mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tim Panitia Seleksi (Pansel) dari berbagai Perguruan Tinggi di Bali, seperti Universitas Udayana, IHDN dan IKIP PGRI Bali.

Tim Pansel tersebut terdiri dari 11 anggota.

Adapun persyaratan yang mesti dipenuhi untuk bisa mendaftar menjadi penyuluh Bahasa Bali, antara lain memiliki KTP Bali, usia maksimal 45 tahun, tingkat pendidikan S1 Sastra Bali, memiliki kemampuan berbahasa Bali yang baik, IPK minimal 2,5, menguasai teknologi informasi, dan bersedia ditempatkan sesuai dengan formasi desa yang kosong.

Baca: Peraturan Baru, STNK Mati 2 Tahun Data Kendaraan Akan Dihapus Dan Statusnya Dianggap Bodong

Baca: Bali Terpilih Sebagai Tuan Rumah Asian Animation Summit Tahun 2020 dan 2021

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved