Unit Pelayanan Kanker Terpadu di RS Bali Mandara Seluas 4.170 Meter Persegi Mulai Dibangun

Pemerintah Provinsi (pemprov) Bali akhirnya memulai pembangunan Unit Pelayanan Kanker Terpadu di RSUD Bali Mandara

Unit Pelayanan Kanker Terpadu di RS Bali Mandara Seluas 4.170 Meter Persegi Mulai Dibangun
Biro Humas dan ProtokOL Setda Provinsi Bali
Gubernur Bali Wayan Koster meletakkan batu pertama dari pembangunan Unit Pelayanan Kanker Terpadu di UPTD RSUD Bali Mandara, Selasa (14/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi (pemprov) Bali akhirnya memulai pembangunan Unit Pelayanan Kanker Terpadu di Unit Pelaksana Tugas Daerah Rumah Sakit Umum Daerah (UPTD RSUD) Bali Mandara.

Peletakan batu pertama dari pembangunan Unit Pelayanan Kanker Terpadu di UPTD RSUD Bali Mandara dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Selasa (14/5/2019) lalu.

Menurut Gubernur Koster, layanan ini akan menjadi nilai lebih untuk RSUD Bali Mandara yang juga dapat dinikmati masyarakat.

Terebih layanan ini sudah ter-cover Jaminan Kesehatan Nasional-Krama Bali Sehat (JKN-KBS) sekaligus menjadi pelaksanaan salah satu program prioritas visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di bidang kesehatan.

Peletakan batu pertama ini juga dihadiri anggota DPRD Bali I Nyoman Parta, Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, dan jajaran kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali.

Baca: Suster Clementia Terkejut Lihat Bayi Di Dalam Tas Yang Tergantung di Pagar Panti Asuhan Sidhi Asthu

Baca: Tradisi Ngarap Sawa Prati Sentana Sri Arya Sentong, Membakar Semangat Arak Mayat ke Kuburan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali mulai membangun layanan kanker terpadu seluas 4.170 meter persegi, yang terdiri dari bunker untuk radioterapi, kemudian lantai satu tempat untuk poliklinik, lantai dua untuk layanan laboratorium dan lantai tiga untuk kedokteran nuklir.

"Nanti di sini adalah layanan terpadu mulai dari radiodiagnostik, radioterapi, kemoterapi dan kedokteran nuklir," kata dr Suarjaya.

Ia menambahkan, sesuai dengan kontrak pembangunan, unit layanan kanker terpadu ini direncanakan selesai tanggal 1 Desember 2019.

Unit Pelayanan Kanker yang dibangun dengan dana APBD Provinsi Bali ini akan dilengkapi dengan alat-alat kedokteran nuklir dan radioterapi, seperti linier accelerator, MRI, dan alat-alat untuk layanan kanker lainnya.

Baca: Identitas Wanita Korban Mutilasi di Malang Masih Misteri, Telapak Kaki Korban Ada Tulisan Ini

Baca: Pemprov Kembali Buka Lowongan Penyuluh Bahasa Bali, Ini Persyaratan yang Harus Dipenuhi Pendaftar!

"Kami berharap awal tahun 2020 layanan kanker ini sudah dapat melayani masyarakat, khususnya yang mengalami penyakit kanker," ujarnya.

Menurut dr Suarjaya, anggaran untuk bangunan fisik sebesar Rp 52,364 miliar.

Sementara pengadaan alat medis tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp 53 miliar dan berlanjut tahun 2020 sebesar Rp 50 miliar lebih.

"Tetapi dengan peralatan yang sekarang (tahun ini) kita beli, astungkara awal 2020 kita sudah bisa melayani kasus-kasus kanker," kata Suarjaya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved