Bangunan Pusat Informasi Wisatawan di Kintamani Belum Berfungsi Sejak Kelar 2 Tahun Lalu

ua tahun berlalu sejak kelarnya masa renovasi, bangunan Tourist Informasion Center (TIC) di wilayah Kintamani belum juga memiliki penghuni

Bangunan Pusat Informasi Wisatawan di Kintamani Belum Berfungsi Sejak Kelar 2 Tahun Lalu
Tribun Bali/Fredey Mercury
Kondisi bangunan TIC Kintamani tampak tak terurus, Rabu (15/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dua tahun berlalu sejak kelarnya masa renovasi, bangunan Tourist Informasion Center (TIC) di wilayah Kintamani belum juga memiliki penghuni.

Kini bangunan senilai Rp 600 juta itu tampak memprihatinkan.

TIC terletak di areal Pasar Singamandawa, Kintamani, tepatnya di bagian utara pasar. Dari sisi lokasi, bangunan ini cenderung berada di dalam areal pasar sehingga tidak mudah untuk ditemukan.

Pantauan Tribun Bali Rabu (15/5/2019), bagian depan TIC juga tidak terlihat layaknya ruang penyedia informasi destinasi wisata.

Kondisi bangunan TIC Kintamani tampak tak terurus, Rabu (15/5/2019).
Kondisi bangunan TIC Kintamani tampak tak terurus, Rabu (15/5/2019). (Tribun Bali/Fredey Mercury)

Pada bagian depan justru terlihat seperti rumah kosong serta dijadikan tempat bagi para pedagang meletakkan grobak dagangan. Sedangkan halaman TIC dipenuhi dengan semak belukar yang tumbuh subur.

Di sisi kanan maupun kiri pintu masuk. Selain itu bangunan ini juga dipenuhi kotoran hewan dan beberapa sampah.

Kepala Bidang Bina Objek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Bona mengakui hingga kini bangunan tersebut belum dihuni.

Kata dia, hal ini dikarenakan pihaknya masih menunggu pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kintamani.

“Itu belum dimanfaatkan secara optimal. Rencananya pemanfaatkan secara optimal baru bisa dilakukan setelah terbentuknya Pokdarwis. Merekalah yang selanjutnya memanfaatkan bangunan itu,” ujar Bona.

Bangunan tersebut mulanya merupakan tempat istirahat atau dikenal dengan pesanggrahan. Oleh pihak dinas, bangunan ini direnovasi hingga pada tahun 2017 berubah menjadi TIC.

Namun demikian, sejak tahun 2017 hingga kini belum pernah dianggarkan biaya pemeliharaan rutin bangunan itu.

Sedangkan disinggung lamanya operasional TIC dibandingkan dengan masa renovasi, Bona enggan menjawab dengan alasan hal tersebut merupakan kebijakan.

“Mudah-mudahan tahun ini Pokdarwis Kintamani bisa terbentuk. Namun mengenai alasan mengapa direnovasi tahun 2017, coba tanya ke pak kadis (kepala dinas) karena ini berkaitan dengan kebijakan,” ucapnya.

Hingga Rabu (15/5/2019) sore, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Bangli, I Wayan Adnyana belum bisa dikonfirmasi oleh Tribun Bali melalui telepon maupun via pesan singkat. (*) 

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved