BBPOM Denpasar Cek Hidangan Buka Puasa di Klungkung,Witariathi Imbau Waspadai Warna Makanan Ngejreng

BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan makanan) di Denpasar, melakukan pengecekan terhadap makanan dan minuman buka puasa

BBPOM Denpasar Cek Hidangan Buka Puasa di Klungkung,Witariathi Imbau Waspadai Warna Makanan Ngejreng
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan makanan) di Denpasar, melakukan pengecekan terhadap makanan dan minuman buka puasa di beberapa wilayah di Klungkung, Kamis (16/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan makanan) di Denpasar, melakukan pengecekan terhadap makanan dan minuman buka puasa di beberapa wilayah di Klungkung, Kamis (16/5/2015).

Dari hasil pengecekan sampel yang diuji, BBPOM tidak menemukan adanya kandungan pewarna ataupun pengawet berbahaya.

Tim BBPOM mengambil beberapa sampel hidangan buka puasa di beberapa wilayah seperti Kampung Gelgel dan Kampung Lebah.

Di kampung Gelgel, petugas mengambil 27 sampel makanan dan minuman. Sementara di Kampung Lebah, petugas mengecek 11 sampel.

"Ada berbagai sampel makanan dan minuman berbuka puasa yang kami cek, seperti mijik, mie goreng, sate, kolek dan lain-lainnya," ujar Kepala Bidang Infokom BBPOM di Denpasar Luh Putu Witariathi, Kamis (16/5/2019).

Baca: Jasmine Restoran Hadirkan Menu Mix antara Western, Japanese, Italia dan Balinese

Baca: Capai 500 Ribu Ton Lebih, 95 Persen Bawang Putih Indonesia adalah Hasil Impor

Uji sampel makanan langsung dilakukan di halaman Masjid Nurul Huda Kampung Gelgel. Pengujian difokuskan pada dua pewarna berbahaya yang sering disalahgunakam sebagai pewarna makanan, yaitu rhodamin B dan methalyn yellow. Serta pengawet formalin dan boraks.

"Dari hasil pengecekan, beruntung seluruh sampel yang kami cek ini negatif kandungan-kandungan berbahaya tersebut," ungkap Luh Putu Witariathi.

Baca: 7 Jajan Andalan Yang Ditemui di Pasar Ramadhan Kampung Jawa, Cocok Untuk Menu Berbuka Puasa

Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli makanan.

Jika makanan memiliki warna yang terang (ngejreng), dapat dipastikan mengandung pewarna buatan yang berbahaya bagi kesehatan. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved