Capai 500 Ribu Ton Lebih, 95 Persen Bawang Putih Indonesia adalah Hasil Impor

Pemerintah Indonesia sudah sejak lama mengimpor bawang putih secara rutin karena produksi dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Capai 500 Ribu Ton Lebih, 95 Persen Bawang Putih Indonesia adalah Hasil Impor
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Pengamat Pertanian sekaligus Rektor Universitas Dwijendra, DR. Gede Sedana 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Pemerintah Indonesia sudah sejak lama mengimpor bawang putih secara rutin karena produksi dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kondisi ini memang ironis, mengingat wilayah Indonesia memiliki daya dukung yang tinggi dan memiliki potensi yang baik untuk pengembangan bawang putih

Menurut Pengamat Pertanian sekaligus Rektor Universitas Dwijendra, DR. Gede Sedana perlu adanya upaya-upaya yang lebih serius dan saling terintegrasi dari berbagai pihak terkait dengan pengembangan produksi dan pemasaran bawang putih.

Adapun jumlah bawang putih yang diimpor relatif tinggi, bahkan mencapai 500.000 ton lebih. 

Berdasarkan pada catatan dari Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan disebutkan bahwa kebutuhan bawang putih di dalam negeri sangat tergantung pada persediaan dari luar alias impor, yaitu sekitar 95 persen. 

Baca: IWABA Serahkan Baksos Ramadan kepada Masyarakat Serangan dan Pabean

Baca: Ini yang Dirasakan RF, ART yang Disiram Air Panas, Gaji Dipotong, Terus Berkurang Saat Melanggar

Siapa yang bertanggung jawab terhadap kondisi ini? Tidak hanya pemerintah, namun stakeholder lainnya juga harus bekerja bersama-sama dengan petani produsen bawang putih.

Saat ini, harga bawang putih di pasar semakin meningkat seiring dengan permintaan masyarakat termasuk industri yang semakin tinggi, sementara persediaan atau supply sangat terbatas. 

Lebih lanjut Sedana menjelaskan rendahnya produksi dan produktivitas bawang putih di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. 

Faktor-faktor tersebut antara lain, pertama, luas lahan untuk usaha tani bawang putih.

Kedua, penggunaan sarana produksi (bibit, pupuk dan sarana pengendalian hama dan penyakit, peralatan.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved