Gejala Demam Berdarah Pada Anak Menurut dr Gede Bagus Darmayasa, Anak Bisa Saja Tidak Merasakan

Demam berdarah (DBD) bisa berujung kematian pada anak di sebagian negara Asia, termasuk Indonesia.

Gejala Demam Berdarah Pada Anak Menurut dr Gede Bagus Darmayasa, Anak Bisa Saja Tidak Merasakan
AFP / LUIS ROBAYO
Nyamuk Aedes Aegypti 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Demam berdarah (DBD) bisa berujung kematian pada anak di sebagian negara Asia, termasuk Indonesia.

Karena itulah, dengan melakukan pencegahan dan memperkuat sistem imunitas anak menjadi salah satu langkah yang tepat untuk meminimalkan anak terkena penyakit demam berdarah.

Menurut, Direktur RSUD Bali Mandara, dr. Gede Bagus Darmayasa menjelaskan, demam berdarah bisa diderita oleh siapa saja, mulai dari orang dewasa maupun bayi.

Penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa dan disebarkan melalui gigitan nyamuk ini memang dapat berakibat fatal, apalagi, demam berdarah bisa berujung ke kematian jika tidak diobati secepatnya.

Berbagai gejala yang menjadi tanda-tanda bahwa seseorang terkena serangan demam berdarah akan muncul dan menyertai perkembangan kondisi, termasuk saat anak Anda mengalaminya.

Hanya saja, sebagian anak bisa saja tidak merasakan gejala-gejala ringan demam berdarah.

"Gejala ringan biasanya akan muncul selama rentan waktu empat hari hingga dua minggu setelah anak digigit nyamuk Aedes aegypti. Biasanya, gejala demam berdarah akan berlangsung selama 2-7 hari," ujarnya, Kamis (16/5/2019)

Adapun gejala-gejala demam berdarah pada anak sebagai berikut :

1. Mengalami demam tinggi, umumnya mencapai 40°C.

2. Munculnya rasa sakit pada bagian belakang mata, sendi, otot, ataupun tulang.

Halaman
123
Penulis: Rino Gale
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved