Isu Pilpres Masih Jadi Tren Penyebaran Hoax, Diskominfo Gelar Literasi Media

Melalui literasi media diharapkan masyarakat cerdas untuk memahami mengenai berita atau di media sosial, sehingga tidak terjadi UU ITE

Isu Pilpres Masih Jadi Tren Penyebaran Hoax, Diskominfo Gelar Literasi Media
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Foto bersama peserta literasi media, Kamis (16/5/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali/ Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Maraknya penyebaran hoax saat ini mendorong Pemerintah Provinsi Bali melalui dinas komunikasi, informatika dan statistik (Diskominfo) Provinsi Bali gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar menjadi pembaca yang cerdas.

"Kita keliling kabupaten untuk melaksanakan literasi media, ke sekolah-sekolah, ke masyarakat dan ke banjar-banjar. Melalui literasi media diharapkan masyarakat cerdas untuk memahami mengenai berita atau di media sosial, sehingga tidak terjadi UU ITE, " kata sekretaris Diskominfo provinsi Bali Agus Suryawan, usai melaksanakan literasi media, Kamis (16/5/2019).

"Kegiatan ini bertujuan untuk menekan hoax. Kalau masyarakatnya sudah cerdas, tentu nanti hoax berangsur-angsur bisa dikurangi," tambah Agus.

Baca: Sodomi Anak di Bawah Umur, Pria Asal Maroko Divonis 6 Tahun Penjara

Baca: Ini yang Dirasakan RF, ART yang Disiram Air Panas, Gaji Dipotong, Terus Berkurang Saat Melanggar

Agus juga mengajak masyarakat untuk jeli melihat suatu berita, dan wajib mencari tahu kebenaran melalui media-media terpercaya.

"Untuk menghindari hoax, kita melihat dari ciri-ciri hoax itu sendiri, kalau ada isi, sebarkan viralkan, itu perlu dipertanyakan, apakah sudah ada di media mainstream. Kalau tidak ada, hoax-lah itu. Sumbernya harus jelas, kalau berita yang benar pasti tidak meresahkan. Dan tentu ada solusi dari masalah yang ada," tambah Agus.

Untuk di Bali, Agus mengatakan isu mengenai pemilihan presiden masih menjadi tren penyebaran hoax.

"Kalau trennya memang ada. Isu tentang pilpres, hate speech. Apalagi di bulan-bulan politik ini. Sekarang dampaknya juga masih terasa," ujar Agus.

Baca: Soal Gaji Guru Kontrak yang Belum Dibayar Pemprov, Boy Sebut Sudah Dicairkan Kecuali di Mendoyo

Pada kegiatan ini diskominfo juga mengandeng wartawan, Pengurus Orari Bali dan Pengurus RAPI Bali, untuk sama-sama memerangi hoax, dan menjadi penyambung informasi kepada masyarakat mengenai kebenaran berita. (*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved