Krama Masih Trauma Tragedi Jembatan Jebol, Sabtu Ini Gelar Ritual Pacaruan dan Guru Piduka

Krama Desa Adat Puseh dan Krama Subak Palian, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan akan menggelar ritual pacaruan serta guru piduka

Krama Masih Trauma Tragedi Jembatan Jebol, Sabtu Ini Gelar Ritual Pacaruan dan Guru Piduka
Tribun Bali / I Made Prasetia Aryawan
Tim Gabungan saat melakukan penanganan orang tertimbun longsor di jembatan penghubung di Banjar Puseh-Banjar Bunyuh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, Selasa (7/5/2019) yang jebol. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Krama Desa Adat Puseh dan Krama Subak Palian, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan akan menggelar ritual pacaruan serta guru piduka, Sabtu (18/5/2019).

Ini setelah terjadinya peristiwa jembatan yang jebol hingga menewaskan dua warga saat gotong royong.

Ritual yang akan digelar bertepatan dengan rerahinan purnama ini bertujuan untuk memohon maaf secara niskala.

Selain itu, juga untuk membersihkan energi negatif secara niskala di jembatan penghubung Banjar Puseh dengan Banjar Bunyuh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan ini. 

Baca: Isak Tangis Keluarga Pecah Iringi Kedatangan Jenazah Made Budi Korban Jebolnya Jembatan di Baturiti

Pantauan Tribun Bali, kondisi jembatan pasca peristiwa tersebut tampak sepi. Tak ada aktivitas yang dilakukan atau belum ada perbaikan sama sekali.

Hal ini disebabkan karena krama Desa Adat Puseh khususnya hingga saat ini masih berduka dan trauma dengan kejadian yang menewaskan dua krama Subak Palian tersebut.

"Iya bertepatan dengan rahinan purnama kami akan menggelar ritual," ujar Kelian Dinas Banjar Puseh, I Nyoman Suda, Rabu (15/5/2019).

Baca: Ceritakan Jebolnya Jembatan yang Tewaskan 2 Krama, Kelian: Tangan Sudana & Made Budi Sempat Melambai

Kata dia, ritual pacaruan menggunakan sarana siap brumbun, ngaturang guru piduka, pemayuh bumi/pengenteg jagat, dan prayascita beakaon.

"Termasuk mulang pakelem berupa bebek selem dan siyap selem di lokasi kejadian," jelasnya.

Disinggung mengenai rencana ke depan tetkait pembangunan jembatan, Suda mengatakan hingga saat ini pembahasan belum sampai ke sana. Sebab krama Desa Pakraman Puseh maupun Subak Palian masih berduka.

Kemungkinan, nantinya setelah menggelar prosesi pecaruan dan guru piduka akan dilanjutkan pembahasannya.

"Mungkin nanti setelah menggelar ritual di lokasi kejadian baru akan kami rundingkan. Karena sampai saat ini kami masih berduka atas kejadian tersebut," tandasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved