Meski Bekerja Shift Malam, Kamu Bisa Menjaga Kualitas Tidurmu dengan 9 Cara Ini

Masalah yang sering terjadi pada para pekerja shift adalah gangguan tidur. Pada waktu istirahat mereka bekerja, melawan jam biologis tubuhnya.

Meski Bekerja Shift Malam, Kamu Bisa Menjaga Kualitas Tidurmu dengan 9 Cara Ini
(sheknows.com/ gettyimages)
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Kerja shift didefinisikan sebagai bekerja di luar jam kerja biasa yaitu, jam 9-5.

Model pekerjaan ini sangat umum ditemukan dalam masyarakat urban, entah itu seorang dokter, polisi, pegawai negeri, ataupun karyawan swasta.

Masalah yang sering terjadi pada para pekerja ini adalah gangguan tidur.

Pada waktu istirahat mereka bekerja, melawan jam biologis tubuhnya.

Umumnya, para pekerja shift merasa dapat menggantikan tidur malam dengan tidur di pagi/siang hari sepulang bekerja.

Tapi nyatanya, rasa kantuk dapat tetap dirasakan walaupun sudah tidur 7 jam di siang hari.

Kondisi ini disebabkan oleh jam biologis yang tetap mengirimkan sinyal kantuk di malam hari (sesuai fungsi normalnya).

Profesi seperti polisi, petugas pemadam kebakaran, satpam, dokter, membutuhkan tingkat kesiagaan dan kewaspadaan yang tinggi sepanjang malam.

Baca: TRIBUN WIKI - 5 Cerita Bali yang Melegenda dan Sering Diceritakan Sebelum Tidur

Baca: Jangan Biasakan Tidur Setelah Sahur Jika Tidak Ingin Mengalami 5 Risiko Kesehatan Ini

Namun, rasa kantuk dan kurang tidur kronis dapat mengganggu konsentrasi, proses berpikir, bahkan kesulitan untuk mengambil keputusan.

Kantuk berlebih disertai gangguan dalam beraktivitas sehari-hari, bisa jadi merupakan gejala hipersomnia yang dipicu oleh kurangnya jam tidur.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved