Dianggap Mengganggu Jalur Evakuasi, RSUP Sanglah Gusur PKL

Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di area RSUP Sanglah, Denpasar digusur sebab dianggap mengganggu jalur evakuasi

Dianggap Mengganggu Jalur Evakuasi, RSUP Sanglah Gusur PKL
Tribun Bali/Rino Gale
Terpampang Poster "Dilarang Parkir dan Berjualan di Area RSUP Sanglah 

Laporan Wartawan Tribun BALI- Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di area RSUP Sanglah, Denpasar digusur. Sebab, PKL dianggap mengganggu jalur evakuasi yang berada di Jalan Pulau Bali.

Kemudian tadi pagi, para PKL melakukan aksi dengan memprotes kebijakan RSUP Sanglah tersebut.

Salah satu pedangang mengatakan, pihaknya tidak boleh berdangang di area RSUP Sanglah, tepatnya di jalan Pulau Bali karena dianggap menganggu jalur evakuasi.

"Kami digusur karena dianggap mengganggu jalur evakuasi. Tadi sudah melakukan pertemuan dengan pihak RSUP Sanglah dan hasilnya memang kita harus pindah. Ada tempat yang disiapkan tapi ya harus kontrak, dan kita gak ada biaya untuk kontrak," ujar pedagang yang tidak mau disebut namanya itu.

Baca: Pria Siram Istri Pakai Zat Asam Gegara Password HP, Meninggal Dunia di Pelukan Anak Bungsu

Baca: Kadek Diana dan Dewa Rai Berdamai, Polisi Tegaskan Penyidikan Kasus Tetap Berjalan, Ini Sebabnya

Namun, para PKL masih tetap berjualan di area RSUP Sanglah. Tepatnya di trotoar depan Kampus Sastra Unud di Jalan Pulau Nias.

"Kita juga enggak tahu harus berjualan di mana. Yang jelas penghasilan kami menjadi berkurang. Ya solusinya harus gimana lagi," tambahnya.

Secara terpisah, Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna mengatakan, memang dengan tujuan sedang merapikan jalur evakuasi pasien.

Ia mengungkapkan, jika tidak dibersihkan, PKL akan berkembang di area sana. Yang pasti akan menimbulkan kemacetan, kumuh dan akan mengganggu pelayanan buat masyarakat.

Baca: Desak Made Guyur Air Panas ke Tubuh PRT di Hadapan Anaknya, Ada Hubungan Bisnis Antara Kedua Pelaku

Baca: Empat Pejabat Esellon II Terkena Rotasi, Pemkab Klungkung juga Mutasi 215 Pejabat

"Iya itu memang tujuan kita, harus gimana lagi. Dan nyatanya sudah ada masyarakat yang mengeluhkan crowded-nya depan RS ini," ujarnya saat dikonfirmasi melalui seluler.

Lanjutnya, memang tadi sudah ada diskusi bersama pihak RSUP Sanglah dengan pedagang.

Hasilnya pun sudah disepakati agar tidak lagi berjualan di depan RSUP Sanglah.

"Ya begitu hasilnya, karena memang menyadari pentingnya jalur evakuasi yang lancar," ungkapnya

Saat ditanyai solusi terkait penyediaan lahan buat PKL, Dewa mengatakan, bukan tugas RSUP Sanglah untuk menyediakan lahan kepada PKL.

"Kalau solusi terkait itu, bukan tugas kami. Kan sudah ada yang berwenang untuk menangani hal itu," ujarnya lagi. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved