Ramadan 2019

Iwaba Bali Gelar Baksos Ramadan di Serangan dan Pabean

katan Wanita Perbankan (Iwaba) Provinsi Bali bekerjasama dengan Tribun Bali melakukan bakti sosial (baksos) berupa penyerahan paket bantuan

Iwaba Bali Gelar Baksos Ramadan di Serangan dan Pabean
Tribun Bali/Noviana Windri
BAKSOS-Sejumlah pengurus dan anggota Ikatan Wanita Perbankan (Iwaba) Bali yang dipimpin Nining Causa Iman, mengadakan bakti sosial (baksos) kepada warga penghuni tenda di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Kamis (16/5/2019). Iwaba juga serahkan perlengkapan ibadah kepada pengurus masjid dan musala di Denpasar dan Gianyar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Ikatan Wanita Perbankan (Iwaba) Provinsi Bali bekerjasama dengan Tribun Bali melakukan bakti sosial (baksos) berupa penyerahan paket bantuan peralatan salat, sembako dan paket takjil di Denpasar dan Gianyar, Kamis (16/5).

Baksos dalam rangka Ramadan dan menyambut Idul Fitri itu disalurkan kepada dua masjid dan tiga musala yang berada di Denpasar dan Gianyar, serta kepada warga tergusur di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar.

Ketua Iwaba Provinsi Bali, Nining Causa Iman menuturkan baksos yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan ini bertujuan untuk berbagi kasih dan kebaikan kepada masyarakat.

"Baksos ini adalah wujud berbagi kasih sekaligus empati dari kami para ibu Iwaba untuk masyarakat di Bali. Karena bertepatan dengan bulan Ramadan, kami berharap baik kami sebagai penyalur bantuan maupun masyarakat yang menerima bantuan sama-sama bisa merasakan keberkahan Ramadan," ucap Nining, yang juga istri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Causa Iman Kirana.

Baksos yang diikuti sekitar 40 anggota Iwaba itu, pertama kali menyasar 50 KK penghuni rumah tenda di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar (16/5).

Perwakilan penerima baksos warga tergusur di Kampung Bugis, Hanafi menuturkan bahwa mereka menghuni rumah-rumah tenda, yang sebagian berada di sisi jalan menuju dermaga Serangan, sejak 3 Januari 2017.

Disebut Kampung Bugis, karena para penghuni perkampungan itu adalah keturunan Bugis, Sulawesi Selatan. Mereka sudah menghuni sebuah kawasan di Serangan itu sejak tahun 1600-an atau pada abad ke-17.

Warga yang tinggal di rumah tenda itu sebelumnya telah tergusur, menyusul sengketa lahan di kawasan itu.
Menurut Hanafi, tahun ini adalah Ramadan ketiga para warga tinggal di rumah tenda.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada ibu-ibu dari Iwaba dan Tribun Bali yang sudah mengunjungi kami di sini. Terima kasih banyak juga atas sumbangan sembakonya. Semoga ini menjadi berkah untuk kami," tutur Hanafi.

Dengan duduk lesehan hanya beralas terpal, ibu-ibu Iwaba berbaur dengan warga saat acara penyerahan bantuan.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved