Kadek Diana dan Dewa Rai Berdamai, Polisi Tegaskan Penyidikan Kasus Tetap Berjalan, Ini Sebabnya

Kadek Diana dan Dewa Rai Berdamai, Polisi Tegaskan Penyidikan Kasus Tetap Berjalan, Ini Sebabnya

Kadek Diana dan Dewa Rai Berdamai, Polisi Tegaskan Penyidikan Kasus Tetap Berjalan, Ini Sebabnya
Tribun Bali/Rizal Fanany
LUKA DI PELIPIS - Anggota DPRD Bali, I Kadek Diana, mengalami luka robek di pelipis dan lebam di dekat telinga setelah dipukul anggota DPRD Bali lainnya, Dewa Nyoman Rai, Selasa (14/5/2019). Kadek Diana tiba di Mako Polda Bali melaporkan kasus pemukulan terhadap dirinya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Fraksi PDIP DPRD Kadek Diana telah mencabut laporan polisinya terkait kasus pemukulan yang dialaminya, Kamis (16/5/2019), sore, kemarin.

Laporan yang ditujukan kepada terlapor Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Nyoman Rai, Selasa, (14/5/2019), lalu, itu dicabut lantaran alasan menjaga kesoliditan partai.

Kadek Diana yang merapat ke Mapolda Bali sekitar pukul 14.21 WITA, kemarin dan keluar dari ruangan penyidik pukul 17.00 WITA pun langsung menunjukkan bukti pencabutan laporannya kepada rekan media.

Baca: Desak Made Guyur Air Panas ke Tubuh PRT di Hadapan Anaknya, Ada Hubungan Bisnis Antara Kedua Pelaku

"Saya hari ini ingin cabut laporan. Alasannya, selaku kader partai saya selalu taat dan tunduk terhadap perintah dan instruksi partai. Sudah ketemu sama Pak Koster, instruksi tertulis juga ada dari DPP diteruskan ke DPD, lisan juga sudah ada. Jadi sudah jelas sekali," kata Diana.

Meski Diana telah mencabut laporan tersebut, laporan polisi itu tidak serta-merta 'hangus' begitu saja.

Dir Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan terkait proses kasus tersebut.

Baca: Curhat Kelakukan Suami pada Selingkuhan, Suami pun Dibunuh Secara Sadis, Santet Tak Mempan

Ia mengungkapkan, penyidikan kasus tersebut masih berproses.

"Pencabut laporan oleh Kadek Diana sudah dilakukan, tapi ini kan ada laporan polisi, dari laporan ini kami juga punya langkah-langkah atau SOP juga. Jadi ditegaskan, sampai saat ini proses penyidikannya masih berjalan, nanti akan kita gelarkan.

"Kalau misalnya ada perdamaian dan pencabutan nanti akan kita pertimbangkan. Tapi prosesnya harus jalan dulu. Berkas perkaranya harus dilengkapi, karena ini kan sudah terjadi peristiwa pidananya dan di kemudian hari dicabut akan kita pertimbangkan kasusnya apakah lanjut atau bagaimana. Tapi sekarang prosesnya masih berjalan," kata Fairan kepada awak media, Jumat (17/5/2019), sore tadi.

Baca: Roy Kiyoshi Kembali Viral, Ratusan Juta Rupiah Melayang, Akui Telah Miliki Feeling Tak Baik

Dia menuturkan, Polda Bali berencana memanggil dua sampai tiga anggota DPRD yang saat itu melihat peristiwa tersebut.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban, dalam hal ini Pak Diana, dan Minggu depan kita akan memanggil saksi-saksi yang melihat dugaan kejadian penganiayaan yang menjadi korbannya Pak Diana itu.

"Ada beberapa anggota dewan, dua tiga orang, kemudian kita sudah minta visum juga. Pula surat pemberitahuan dimulainya penyidikan terhadap kasus ini sudah kita terbitkan dan kirim ke kejaksaan," tuturnya.

Sementara, Dewa Rai yang juga sebelumnya melapor balik, ungkap Fairan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan aniaya yang juga dilaporkannya.

"Iya, tapi kita terima laporannya masih dalam penyelidikan. Karena dia mengaku tangannya bengkak. Tapi apakah itu bengkaknya dipukul atau dianiaya sementara kita pastikan juga.

"Sudah ada laporannya, tapi kami ke penyelidikan dulu, karena tidak ada hasil visumnya segala macam. Apakah pasal 352 atau 351. Sementara Pak Diana itu hasil visumnya ada, juga bekas pelipis sebelah kiri yang dilihat kasat mata, ada. Dan kita akan proses seperti biasa dulu begitu," ungkapnya.

Sebelumnya, Kadek Diana maupun Dewa Rai telah dimediasi, Jumat (17/5/2019), pagi tadi di Sekretariat DPD PDIP Bali. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved