Tingkatkan Kecepatan dan Akurasi Info Gempa Bumi, 2 Seismograf Akan Dipasang di Bangli

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berencana menambah pemasangan seismograf di Bangli

Tingkatkan Kecepatan dan Akurasi Info Gempa Bumi, 2 Seismograf Akan Dipasang di Bangli
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berencana menambah pemasangan seismograf.

Tahun ini, pemasangan sensor pengukur dan pencatat gempa bumi itu menyasar Bangli dan Klungkung.

Kepala Pelaksana BPBD Bangli, I Wayan Karmawan mengatakan, informasi pemasangan seismograf baru diketahuinya tiga hari lalu.

Kamis (16/5/2019), ia mengikuti rapat persiapan pemasangan alat tersebut. Secara umum beberapa kabupaten di Provinsi Bali telah memiliki seismograf.

Namun demikian, penambahan seismograf tujuannya agar merata di masing-masing kabupaten sehingga meningkatkan kecepatan dan keakuratan info dini gempa bumi.

“Pemasangan seismograf sudah dilakukan secara bertahap sejak tahun 1990. Di tahun 2019, Bangli dan Klungkung mendapat program ini,” ucapnya, Jumt (17/5/2019).

Karmawan menyebut sejatinya pemasangan seismograf dari BMKG, tidak sebatas melihat dari potensi kegempaan.

Ini dikarenakan gempa bisa terjadi dimanapun. Namun menurut Karmawan, yang membedakan dari gempa yang terjadi yakni kuat-lemahnya getaran.

“Untuk bisa terbaca dengan kondisi di daerah masing-masing, maka diperlukan ada alat pendeteksi itu. Sehingga nanti lebih mudah untuk melakukan pengawasan pada masyarakat,” katanya.

Ada dua unit seismograf yang akan dipasang. Masing-masing seismograf yang dipasang, membutuhkan lahan kosong seluas satu are.

Sebut pejabat asal Desa Selulung, Kintamani ini, rencananya dua unit alat tersebut masing-masing dipasang di Desa Lembean dan Desa Mengani, Kintamani.

Penempatan lokasi seismograf juga mengutamakan lahan yang jauh dari getaran pusat keramaian. Di samping itu, penempatan seismograf juga mengutamakan lahan milik pemerintah.

“Pemilihan lokasi pemasangan langsung dari pihak BMKG. Bagaimana kelanjutannya, kami masih perlu melakukan survei tempat dulu terkait kepemilikan aset tanah. Intinya, pada tahun ini dua alat tersebut sudah terpasang. Kalau survei lapangan dijadwalkan setelah lebaran,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved