Aktivitas Kegempaan Kembali Alami Peningkatan 24 Jam Terakhir, Begini Penjelasan PVMBG

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jumlah kegempaan vulkanik di dalam tubuh gunung Agung kembali mengalami peningkatan pada Jumat (6/10/2017).

Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devi Kemal Syahbana menjelaskan, untuk saat ini kegempaan vulkanik gunung Agung masih tergolong tinggi.

Baca: Kalau Meletus, Mungkinkah Lava Bakal Keluar dari Luar Kawah Gunung Agung? Begini Pemaparan PVMBG

Baca: TERKINI, Wajah Gunung Agung Dari Desa Datah, Karangasem, Perhatikan Yang Menyembul Dari Puncak

"Dalam 24 jam terakhir, kegempaan yang ada di atas 800 lagi. Jadi kegempaan vulkaniknya masih sangat tinggi. Artinya kita belum melihat indikasi penurunan," kata Devi dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali.

Baca: Bali Masih Aman, Wisatawan Tak Perlu Takut Terjebak Karena Kondisi Gunung Agung

Dari data yang dihimpun dari hasil pengamatan seismograf, jumlah total kegempaan vulkanik dalam pada Kamis sebanyak 524 kali, vulkanik dangkal 319 kali, dan gempa tektonik lokal sebanyak 79 kali.

Sedang, berdasarkan data terbaru yang dirilis PVMBG, Jumat (6/10/2017), hasil analisa 00.00-06.00 wita, jumlah gempa vulkanik dalam sebanyak 182 kali, gempa vulkanik dangkal 98 kali, dan gempa tektonik lokal sebanyak 23 kali.

Sementara itu, periode sejak pukul 06.00- 12.00 Wita, jumlah gempa vulkanik dalam sebanyak 147 kali, gempa vulkanik dangkal 69 kali, dan gempa tektonik lokal sebanyak 22 kali.

Atas aktivitas kegempaan itu, menurut Devil Kemal, menandakan bahwa magma di dalam tubuh gunung agung masih bergerak dan terus mencari celah untuk keluar.

Namun demikian, tren kenaikan atau penurunan aktivitas gunung api tidaklah bisa disimpulkan dalam jangka 24 jam terakhir.

Selain itu, menurut Devi, penentuan status gunung api tidak bisa hanya dilihat dari kegempaan sematan.

"Status dinyatakan turun bukan dari aktivitas gempa saja, banyak parameternya. Ada pengukuran deformasi, kimia, gas, dan lainnya. Gempa Itu hanya salah satu tanda saja," jelas Devi.