Gunung Agung Seharian Diselimuti Awan dan Kabut Tebal, Ini Hasil Analisis Seismograf

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rilis hasil analisa Gunung Agung, Jumat (6/10/2017) periode 12.00-18.00 wita.

Selama periode 6 jam terakhir, gempa vulkanik yang terjadi di Gunung Agung kembali mengalami penurunan.

Baca: VIRAL, Video Bule Naik ke Puncak Gunung Agung yang Kondisinya Masih Kritis, Ini Imbauan BNPB

Baca: Begini Tingkat Kegempaan Gunung Agung Terkini, Masih Level Awas

"Meskipun ada penurunan jumlah kegempaan, tapi secara keseluruhan aktivitas Gunung Agung masih tergolong tinggi. Sekarang sebenarnya tidak terjadi penurunan, tepatnya masih fluktuatif di level tinggi. Kalau kami lihat data 24 jam kemarin (Kamis), kan jumlah kegempaannya meningkat itu," kata Kepala PVMBG, Kasbani dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem.

Untuk diketahui, satu dari indikator aktivitas gunung agung tinggi atau normal adalah aktivitas kegempaan vulkanik yang terekam dalam seismograf.

Meskipun gempa dalam lima hari terakhir sudah hampir tidak terasa lagi, namun hal ini tidak menjamin Gunung Agung tidak beraktivitas.

"Dari data kegempaan yang ada, kan amplitudonya masih tinggi. Amplitudo ini sama dengan energinya," kata Kasbani.

Dari data yang dihimpun, pada Jumat periode 12.00-18.00 wita, jumlah gempa vulkanik dalam di tubuh Gunung Agung terjadi sebanyak 137 kali, gempa vulkanik dangkal 77 kali, dan gempa tektonik lokal sebanyak 79 kali.

Jumlah gempa ini menurun dari periode analisa 00-00-06.00 wita, dan periode 06.00-12.00 wita.

Pada periode pengamatan gempa 00.00-06.00 wita, jumlah gempa vulkanik dalam sebanyak 187 kali, gempa vulkanik dangkal sebanyak 98 kali, dan gempa tektonik lokal sebanyak 23 kali.

Sedang, pada periode 06.00-12.00 wita, jumlah gempa vulkanik dalam sebanyak 147 kali, gempa vulkanik dangkal sebanyak 69 kali, dan gempa tektonik lokal sebanyak 22 kali.

Dalam tiga hari terakhir, dilaporkan aktivitas kegempaan vulkanik yang terjadi di dalam tubuh Gunung Agung sebagai berikut:

Pada Rabu (4/10/2017) yang terhitung 24 jam, total jumlah gempa vulkanik dalam sebanyak 419 kali.

Gempa vulkanik dangkal sebanyak 281 kali.

Dan gempa tektonik lokal sebanyak 46 kali.

Pada Kamis (5/10/2017), dalam 24 jam, total jumlah gempa vulkanik dalam sebanyak 524 kali.

Gempa vulkanik dangkal sebanyak 319 kali.

Dan gempa tektonik lokal sebanyak 79 kali.

Sedang, pada Jumat terhitung sejak pukul 00.00-18.00 wita, jumlah gempa vulkanik dalam sebanyak 466 kali.

Gempa vulkanik dangkal sebanyak 244 kali.

Dan gempa tektonik lokal sebanyak 67 kali.

Rata-rata kegempaan dalam grafik, masih berada di atas 500 kegempaan vulkanik yang tercatat hasil analisis seismograf.

Pantauan Tribun Bali, sejak pagi hingga petang, wajah Gunung Agung tidak terlihat dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung yang ada di Desa Rendang, Karangasem.

Biasanya, Gunung Agung sesekali menampakkan wajahnya, namun seharian ini Gunung Agung diselimuti awan dan kabut tebal.

Dari data yang dirilis PVMBG, tercatat Secara meteorologi, Kondisi cuaca di kawasan Gunung Agung cerah, berawan, dan mendung.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 27-30 °C dan kelembaban udara 72-76 %.

Secara visual,  Gunung Agung diselimuti kabut 0-I hingga kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 m di atas kawah puncak. (*)