Kapal Pesiar akan Bawa Ribuan Turis ke Bali Desember Ini, Belum Terpengaruh Kondisi Gunung Agung

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hingga saat ini kondisi Gunung Agung, Karangasem belum mempengaruhi kedatangan cruise ke Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.

Mantan General Manager (GM) Pelindo III Cabang Benoa, Ardhy Wahyu Basuki mengatakan, intensitas masuk dan keluar kapal ke Pelabuhan Benoa masih on the track.

Baca: Viralkan Map Happy Tentang Bali! Daerah Ini Tetap Aman, Tak Terdampak Status Gunung Agung Awas

“Sementara ini belum ada pengaruh kondisi Gunung Agung terhadap kedatangan cruise ke Pelabuhan Benoa. Tetapi kalau memang nanti terjadi erupsi dan masuk ke dalam bencana nasional, tentu pasti akan berpengaruh,” katanya dalam acara ‘Pisah Kenal General Manager PT Pelindo III Cabang Benoa, di Terminal Domestik Pelabuhan Benoa, Kamis (5/10/2017).

Baginya kondisi tersebut akan sangat mempengaruhi pariwisata di Bali, mengingat kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) juga disumbang dari cruise yang sandar dan labuh di Pelabuhan Benoa. Ardhy yang kini bertugas di Semarang optimistis target kedatangan kapal pesiar sampai akhir tahun akan tetap terpenuhi.

“Selama tahun 2017 setidaknya Pelabuhan Benoa akan disinggahi 72 cruise atau kapal pesiar, dan hingga kini telah ada 56 kapal pesiar yang datang ke Pelabuhan Benoa,” sebutnya.

Ardhy berharap setelah adanya perluasan dermaga dan pendalaman kolam, cruise akan semakin banyak datang ke Bali melalui Benoa.

“Sekarang tinggal jalan, saya pikir tidak ada pekerjaan rumah (PR) yang berarti. Setelah pengerukan, akan banyak kapal pesiar besar masuk ke Bali membawa banyak penumpang. Setelah itu tinggal dipercantik saja,” imbuhnya.

GM Pelindo III Cabang Benoa, I Wayan Eka Saputra mengamini perihal tersebut.

Setelah resmi menggantikan Ardhy, ia berharap Bali akan menjadi etalase dan pintu masuk cruise di dunia.

Sehingga ke depannya Pelabuhan Benoa akan semakin maju dan memberikan dampak besar terhadap pariwisata Bali.

“Sebuah kebangaan saya bisa ngayah di Bali, tanah kelahiran saya,” katanya.

Ia pun mengatakan, Pelindo III telah berubah dan semua pelayanan harus luas, efektif, serta efisien agar mampu memenuhi tuntutan dunia luar.

“Dengan sand breaking sebagai tahap awal ini, bertujuan agar kapal besar bisa masuk ke Benoa. Sehingga kapal yang masuk lebih banyak untuk pariwisata Bali,” jelasnya.

Estimasi target pada 2018 akan lebih tinggi dibandingkan 2017 yang hanya 72 cruise.

“Saya rasa 2018 pasti akan lebih banyak call cruise yang datang, bisa sampai 85 call bahkan lebih banyak. Saya optimistis karena dengan kedalaman yang memenuhi syarat nanti, kapal-kapal besar akan lebih banyak yang datang ke Bali,” katanya.

Sehingga cita-cita Pelabuhan Benoa menjadi pelabuhan internasional, yang menjadi pintu gerbang cruise masuk Indonesia akan tercapai.

Hingga kini masih dalam tahap sand breaking dan penguatan dermaga, agar ketika pengerukan dermaga tidak bergeser.

Pihaknya optimistis hal ini akan selesai, sebelum perhelatan akbar IMF diselenggarakan pada 2018 nanti.

Antisipasi Gawat Darurat

Direktur Utama PT Pelindo III, IGN Askhara Danadiputra menyatakan telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi erupsi Gunung Agung.

“Kami akan berkoordinasi dengan Basarnas dan Kementrian Maritim untuk menyiapkan antisipasi gawat darurat, apabila airport tidak bisa dan keluar Bali. Jadi di sini sudah disiapkan untuk evakuasi. Kami sudah ada rencana, dan kalau itu terjadi semua akan lewat Pelabuhan Benoa,” katanya.

Pihaknya mengatakan, belum ada cancellation cruise ke Bali, walaupun telah ada travel advice dari beberapa negara.

“Untuk kedatangan, 3 Desember nanti masih on schedule, cruise yang konfirmasi saat itu juga membawa ribuan turis sekitar 4.700 pax dan kami sudah siapkan 100 bus ke selatan,” sebutnya.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Basarnas, Kemenhub, dan Kemensos apabila terjadi kondisi krisis di Bali.

“Animo masih tinggi. Selain itu, kami memberikan layanan dan fasilitas yang memadai kepada cruise juga. Kami berikan harga terbaik juga bagi cruise yang tambat ke Pelabuhan Benoa,” katanya. (*)