Pelajar Kelas XI SMK Tewas di Kamarnya di Denpasar, Ada Luka Lecet Melingkar di Lehernya

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus bunuh diri yang menimpa seorang remaja laki-laki berinisial GAP (16) di dalam kamarnya, Jalan Kerta Dalam Sari Gang IV, Blok A No 1 B, Denpasar, Bali, Kamis (5/10/2017) sekitar pukul 12.30 Wita sungguh mengiris hati.

Usut punya usut, pelajar tersebut nekat mengakhiri hidup lantaran diduga ngambek setelah kekasihnya, Gek Mas (16), tidak sempat mengunjunginya di rumahnya.

Sepupu korban, Kadek Enya Sari (15) menuturkan, GAP dikabarkan belakangan ini sedikit posesif dengan pacarnya.

“Tadi pacarnya cerita, kalau dia (GAP) ingin ketemu pacarnya di rumah. Tapi pacarnya enggak bisa karena sedang ada kegiatan di sekolah,” ungkapnya.

Pada saat itu, pelajar kelas XI SMK Teknas, Denpasar, ini tidak bersekolah karena di sekolahnya sedang berlangsung upacara piodalan.

Sedangkan kekasihnya belum bisa mengunjungi GAP lantaran harus menari di sekolah.

Diduga karena ngambek tak sempat dikunjungi, remaja asal Kota Singaraja, Buleleng, ini kemudian mengakhiri hidup dengan menggunakan tali tambang warna biru di dalam kamarnya.

Diduga ia melakukannya sekitar pukul 09.00 Wita saat bapak angkatnya tak berada di rumah.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar (PL), pada leher korban ditemukan luka lecet tekan yang melingkar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Instalasi Kedoteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustiyadi setelah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah GAP.

"Pola luka yang ditemukan sesuai dengan peristiwa gantung diri," ungkap Dudut singkat saat dikonfirmasi Tribun Bali, Kamis (5/10/2017).

Seperti yang diberitakan Tribun Bali sebelumnya, remaja tersebut ditemukan tewas tergantung di atap kamarnya di Denpasar, Kamis (5/10/2017). (*)