Kanal

Perlu Waktu Satu Sampai Dua Minggu untuk Mengevaluasi Status 'Awas' Gunung Agung

Sejumlah warga saat berbondong-bondong melihat perkembangan terbaru aktivitas gunung api Agung, di pos pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (6/10/2017). - Tribun Bali / I Wayan Erwin Widyaswara

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejak lima hari terakhir, hampir tidak ada gempa yang terasa dari aktivitas Gunung Agung.

Meski demikian, gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal yang terekam dari seismograf masih di atas 500 kali.

Terkait gempa yang mulai tidak terasa sejak lima hari terakhir, Kabid Mitigasi Gunung Api, PVMBG, KESDM, I Gede Suantika menjelaskan, kemungkinan saat ini magma masih mengumpulkan energi atau sedang dalam proses penambahan energi.

Baca: Kalau Meletus, Mungkinkah Lava Bakal Keluar dari Luar Kawah Gunung Agung? Begini Pemaparan PVMBG

Baca: Bali Masih Aman, Wisatawan Tak Perlu Takut Terjebak Karena Kondisi Gunung Agung

"Jadi kami punya model, kemungkinannya pergerakannya masih mengakumulasikan energi lagi," kata Suantika.

Gempa yang tidak terasa beberapa hari terakhir tidak serta merta bisa menurunkan status gunung agung dari awas ke siaga, kemudian waspada dan normal. 

Baca: Aktivitas Kegempaan Kembali Alami Peningkatan 24 Jam Terakhir, Begini Penjelasan PVMBG

Baca: TERKINI, Wajah Gunung Agung Dari Desa Datah, Karangasem, Perhatikan Yang Menyembul Dari Puncak

Gede Suantika mengatakan, diperlukan waktu minimal satu sampai dua Minggu untuk melihat aktivitas Gunung Agung sebelum status awas diturunkan.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer