Perlu Waktu Satu Sampai Dua Minggu untuk Mengevaluasi Status 'Awas' Gunung Agung

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejak lima hari terakhir, hampir tidak ada gempa yang terasa dari aktivitas Gunung Agung.

Meski demikian, gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal yang terekam dari seismograf masih di atas 500 kali.

Terkait gempa yang mulai tidak terasa sejak lima hari terakhir, Kabid Mitigasi Gunung Api, PVMBG, KESDM, I Gede Suantika menjelaskan, kemungkinan saat ini magma masih mengumpulkan energi atau sedang dalam proses penambahan energi.

Baca: Kalau Meletus, Mungkinkah Lava Bakal Keluar dari Luar Kawah Gunung Agung? Begini Pemaparan PVMBG

Baca: Bali Masih Aman, Wisatawan Tak Perlu Takut Terjebak Karena Kondisi Gunung Agung

"Jadi kami punya model, kemungkinannya pergerakannya masih mengakumulasikan energi lagi," kata Suantika.

Gempa yang tidak terasa beberapa hari terakhir tidak serta merta bisa menurunkan status gunung agung dari awas ke siaga, kemudian waspada dan normal. 

Baca: Aktivitas Kegempaan Kembali Alami Peningkatan 24 Jam Terakhir, Begini Penjelasan PVMBG

Baca: TERKINI, Wajah Gunung Agung Dari Desa Datah, Karangasem, Perhatikan Yang Menyembul Dari Puncak

Gede Suantika mengatakan, diperlukan waktu minimal satu sampai dua Minggu untuk melihat aktivitas Gunung Agung sebelum status awas diturunkan.

Indikator untuk menurunkan status awas yakni terlihat pada aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Agung. 

PVMBG bakal mengevaluasi dan kemungkinan menurunkan  status awas gunung agung apabila gempa vulkanik di Gunung Agung berada pada rentang dibawah 150 kali dalam sehari.

"Jadi kami lihat di sini. Kalau jauh di bawah (dibawah 150 kali) ya dalam satu minggu, dua Minggu, baru (akan diturunkan). Jadi 150 kurang gempanya dan yang merah (gempa vulkanik dangkal) tidak ada," kata Suantika.

Sementara itu, Kepala PVMBG, Kementerian ESDM, Kasbani menjelaskan, untuk saat ini belum bisa dikatakan Gunung Agung akan mengalami penurunan status.

Sebab, kegempaan vulkanik di tubuh gunung agung masih fluktuatif, alias masih naik turun.

"Sampai saat ini masih fluktuatif. Belum bisa kami katakan turun atau naik. Yang jelas status Gunung Agung masih awas," kata Kasbani.

Soal penurunan status Gunung Agung, Kasbani mengatakan tidak bisa serta Merta dilihat dari kegempaan semata.

Gunung Agung bisa dinyatakan aman apabila semua data yang merekam aktivitas Gunung Agung menyatakan normal.  (*)