Nyepi di Bali
Ogoh-ogoh Kurma Awatara Sedot Perhatian Turis
Dari belasan ogoh-ogoh yang ada di sepanjang jalan Kuta, Badung, Bali satu di antaranya menjadi pusat perhatian warga setempat dan turis asing.
Editor:
Iman Suryanto
Laporan Wartawan Tribun Bali, Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dari belasan ogoh-ogoh yang ada di sepanjang jalan Kuta, Badung, Bali satu di antaranya menjadi pusat perhatian warga setempat dan turis asing.
Ogoh-ogoh besar yang didominasi warna merah dan emas tersebut dijadikan objek foto bagi para turis.
Di bagian depannya terdapat tiga kertas yang ditempal pada sebuah papan. Ketiga kertas itu berisikan tulisan berbahasa Indonesia, Jepang dan Inggris.
Dalam kertas tersebut terdapat tulisan kisah Kurma Awatara (Bedawang Tala), Pemuteran Gunung Mandara Giri.
Dikisahkan pemutaran Gunung Mandara Giri ini dari adanya berita bahwa Thirtha Amertha yang selama ini dicari oleh para dewa dan raksasa berada di lautan susu "Ksirarnawa" yang luas dan dalam.
Maka dipilihlah Gunung Mandara Giri sebagai tongkat pengaduknya serta dua ekor naga bersandar yaitu Ananta Boga yang mematahkan gunung Mandara Giri dari dasarnya dan Naga Basuki sebagai tali pengaduknya yang dipegang para raksasa asura pada bagian lehernya.
Dan oleh para Dewata pada ekornya
Agar gunung giri tidak tenggelam dalam Ksirarnawa maka menjelmalah Dewa Wisnu menjadi Kurma Awatara yaitu seokor kura-kura. Kosmik Bedawang Nala Kaketus Sakeng, Adi Parwa. (*)