Akses ke Terminal Mengwi Badung Sulitkan Warga
Pakai Ojeg ke terminal harus bayar Rp 30 Ribu
Laporan Wartawan Tribun Bali, Edi Suwiknyo
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - “Terminal ini memang luas, tetapi kalau mau ke Denpasar dari sini terlalu jauh," keluh Ratminah seorang penumpang di terminal Tipe A Mengwi, Badung. Ratminah mengaku harus mengeluarkan ongkos tambahan hingga Rp 30 ribu untuk naik ojek atau taksi hingga sampai Denpasar.
Ratminah baru saja tiba dari Jember. Ia sudah lima tahun tinggal di Bali, kepergiannya ke Jember adalah untuk menjenguk keluarganya. Ia menceritakan bahwa sebelum terminal bus pindah ke Mengwi, akses dari Jawa ke Denpasar sangat mudah. Penumpang bisa langsung menuju Terminal Ubung di Denpasar tanpa harus singgah ke Mengwi dahulu.
Namun sejak terminal Mengwi dioperasikan dua tahun lalu bus-bus antarkota antarprovinsi dari Jawa harus singgah dan menurunkan penumpangnya di terminal Mengwi. Para penumpang mau tak mau harus melanjutkan perjalan ke Denpasar dengan angkutan lain karena Terminal Mengwi sudah menjadi terminal pemberhentian.
“Dulu sebelum terminal ini dioperasikan, penumpang bisa turun langsung di Denpasar. Tidak seperti sekarang penumpang harus turun disini dan untuk ke Denpasar kami harus naik kendaraan lainnya seperti taksi atau angkutan umum,” imbuhnya.
Meski demikian perempuan yang mengaku mempunyai lapak nasi lalapan di sebuah tempat di Denpasar ini, punya siasat sendiri. Ia mengaku setiap kali pulang ke Bali, ia selalu menelpon suaminya untuk menjemput di terminal tersebut. Selain lebih cepat hal itu juga bisa ngirit ongkos.
Keluhan senada juga diutarakan Muhammad Arif. Saat ditemui Tribun Bali, lelaki asal Malang, Jawa Timur ini lagi menunggu jemputan teman. “Sebenarnya tadi saya mau naik Angkutan Kota (angkot) tetapi karena antrenya lama, saya telepon teman,” ungkapnya saat ditemui di Terminal Mengwi.
Lelaki yang mengaku sebagai penjual Bakso ini rencananya hendak menuju ke Gianyar. Namun karena diturunkan di Mengwi, ia pun harus melanjutkan perjalanannya kembali menuju tempat tujuannya.
Lelaki berbadan tegap yang memiliki kulit kehitaman ini mengaku sudah sudah dua kali turun di Terminal Mengwi. “Ini cukup memberatkan penumpang, saya contohnya sudah menempuh 12 jam dari Malang, tetap harus melanjutkan perjalanan kembali. Hal ini berbeda kalau turun di Ubung, dari sana ke Gianyar tidak terlalu jauh, ongkos yang dikeluarkan pun tidak berkali-kali lipat,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Badung, I Wayan Wedarmaja saat dihubungi Tribun Bali membenarkan adanya keluhan dari penumpang tersebut. Namun ia menegaskan bahwa terminal Mengwi memang dikhususkan untuk menurunkan penumpang yang berasal dari luar Bali.
“Aturannya memang sudah demikian, sebagai terminal Tipe A, semua penumpang bus jenis Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) harus turun di Terminal Mengwi, ini sudah ketentuan,”tegasnya.
Sebelumnya, Terminal Tipe A Mengwi mulai dioperasikan sejak tahun 2012. Terminal ini difungsikan untuk digunakan untuk menampung BUS penumpang yang berasal dari luar Bali. Namun karena jauhnya jarak dari Mengwi ke Denpasar, banyak penumpang memprotes penurunan mereka di terminal tersebut. (*)