Ujian Nasional di Bali

Peringkat Tujuh Nasional Kelulusan UN SMA, Bali Terlalu Over Confidence?

Bali khususnya di Denpasar yang kerap menyumbangkan prestasi tertinggi dianggap terlalu over confidence dalam Ujian Nasional (UN) tahun ini.

Peringkat Tujuh Nasional Kelulusan UN SMA, Bali Terlalu Over Confidence?
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Suasana Pengumuman Ujian Nasional SMA di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekolah-sekolah di Bali khususnya di Denpasar yang kerap menyumbangkan prestasi tertinggi dianggap terlalu over confidence dalam Ujian Nasional (UN) tahun ini. Akibatnya Bali hanya mencatatkan prestasi ketujuh di tingkat nasional pada perolehan nilai siswa untuk program IPA dan keenam untuk program IPS.

Pengamat pendidikan, Rumawan Salain, mengatakan ada banyak faktor penyebab menurunnya prestasi siswa.

"Pertama adalah soal persaingan, sekarang sudah mulai merata," katanya kepada Tribun Bali, Selasa (20/5).

Bahkan di tingkat lokal Bali prestasi bukan hanya didominasi oleh sekolah yang ada di Kota Denpasar, kini prestasi mulai menyebar ke Kabupaten Badung serta Gianyar.

Dia mencontohkan peraih tiga besar dalam materi Bahasa Indonesia diraih siswa dari SMA N 1 Mengwi yakni Putu Suardana dan peringkat kedua dari sekolah yang sama Ni Putu Surya.

Ditanya apakah karena tingkat kesulitan soal lebih tinggi, Rumawan mengatakan tidak. "Buktinya sekolah-sekolah lain di luar Bali juga bisa, kalaupun tingkat kesulitan tinggi berarti kan umum dirasakan semua sekolah," imbuhnya.

Alasan kedua mengenai penyebab menurunnya prestasi khususnya di Denpasar lantaran siswa dan sekolah terlalu percaya diri. "Karena sudah merasa selalu tertinggi dalam tiga tahun terakhir ini khususnya Denpasar. Jadi sudah over confidence," ulasnya.

Sikap ini ada pada diri sekolah sehingga akhirnya kebablasan. "Jadi sudah merasa gak mungkin kalah, sehingga anak didik kita kurang berlatih di luar apa yang kita berikan," papar dosen Universitas Udayana ini.

Untuk itulah harus dilakukan evaluasi terhadap tim yang ditunjuk untuk merumuskan strategi yang dilakukan oleh dinas ke depannya. Tim strategi yang dimaksud kata dia adalah setiap kabupaten kota punya tim perumus sendiri untuk menyediakan soal-soal saat try out.

"Sebelum UN selalu ada try out, ada try out provinsi, try out kota, dan try out oleh sekolah sendiri," paparnya.

Soal ini disediakan oleh tim yang dimiliki daerah masing-masing. Soal try out yang diberikan biasanya berdasarkan soal-soal pada UN tahun sebelumnya serta beberapa soal yang ada di bank data dan pengembangan berdasarkan kondisi terkini.

"Ini yang perlu dilakukan penyegaran tim yang ada, di-review-lah," paparnya. Tim ini biasanya beranggotakan oleh guru-guru yang dianggap paling mumpuni pada bidang studi masing-massing.
"Misalnya kalau soal Bahasa Indonesia ya dipilih guru Bahasa Indonesia," terangnya.

Tahun ini katanya Disdikpora harus mengakui kalau kecolongan sehingga prestasi yang didapat kurang maksimal. Dia berharap ke depannya prestasi bisa diraih kembali oleh Denpasar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Terlebih Denpasar selalu daerah yang mengharumkan nama Bali dalam prestasi sekolah baik dari tingkat SMP maupun SMA.

Di tempat terpisah, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Denpasar Wayan Purnajaya, mengatakan secara umum soal yang diujikan memang lebih berat dibanding tahun sebelumnya. "Ada banyak variabel kenapa prestasi sedikit menurun seperti tingkat kesulitan soal tadi," kata kepala sekolah yang sekolahnya selalu langganan juara nasional ini.

Menurutnya anak didiknya sudah maksimal dalam mengerjakan soal UN tahun ini. Dia tetap memberikan apresiasi atas prestasi yang sudah diraih oleh anak didiknya.(Tribun Bali Cetak)

Editor: Iman Suryanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved