Sehat dan Cantik dengan Akupunktur

Akupunktur kini menjadi sebuah pilihan bagi masyarakat untuk selalu tampil sehat dan cantik.

Editor: Iman Suryanto
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
AKupuntur terapi kesehatan sejak ribuan tahun lalu 

Laporan Tribun Bali, Ni Ketut Sudiani

Akupunktur kini menjadi sebuah pilihan bagi masyarakat untuk selalu tampil sehat dan cantik. Berbagai manfaat yang dihasilkan melalui terapi akupunktur tersebut, membuat masyarakat mulai beralih dari penggunaan obat-obatan kimia, ke akupunktur yang lebih alami dan berdampak jangka panjang.

Jumat (23/5), Tribun Bali sempat mengunjungi klinik akupunktur yang diketahui miliki Dr Vitariana Akp M Biomed (AAM) CT-Abrsm di Jalan Musi Renon, Denpasar.

Dari pantauan Tribun Bali, seorang pria terlihat duduk di ruang tunggu, guna mendapatkan giliran berkonsultasi dengan Dr Vita, sementara di dalam ruangan yang ada disebelahnya, ada dua klien yang sedang terbaring menikmati terapi yang berasal dari China itu.

Dr Vita yang sempat mengenyam pendidikan di Program Magister Biomedik Anti Aging di Universitas Udayana ini, menjelaskan kepada kliennya sambil melakukan terapi untuk menyeimbangkan hormon, sementara lainnya sedang meningkatkan kondisi tubuh yang drop.

"Ya, ada beragam manfaat akupunktur, mulai untuk kesehatan hingga kecantikan. Penanganannya tentu juga berbeda, tergantung keluhan masing-masing pasien. Sekarang sudah semakin banyak yang memilih terapi ini karena tidak menggunakan obat-obatan, lebih alami," terang Dr Vita sambil menusukkan jarum ke beberapa titik istimewa tubuh pasiennya.

Ia menjelaskan, seorang dokter yang menangani akupunktur mesti paham betul anatomi tubuh manusia, sehingga dapat dengan benar menusukkan jarum di titik yang berkaitan dengan bagian yang sakit. Dr Vita menyebutnya sebagai titik istimewa.

"Jadi, seandainya yang sakit ada di bagian ginjal, saya harus mengetahui titik istimewanya, yang bukan bearti selalu ada di dekat ginjal, namun bisa ada di daerah kaki. Tidak perlu semua titik ditusukkan jarum, cukup yang terdekat saja," jelasnya.

Jarum yang telah ditusukkan kemudian dijepit dengan alat yang disambungkan ke stimulator akupunktur untuk mendapat getaran energi yang disalurkan secara bersamaan ke seluruh tubuh. Sebagaimana filosofi dasar terapi akupunktur yang telah dipraktikkan lebih dari 3000 tahun, tubuh yang tidak sehat menandakan aliran energi dalam tubuhnya tidaklah lancar, terhambat.

Apabila jarum ditusukkan ke titik akupunktur (acupoint) yang tepat, hambatan energi dapat dibebaskan, karena dapat meningkatkan atau menurunkan aliran energi melalui meridian tertentu. Sehingga menyeimbangkan edaran energi dalam tubuh.

Guna memberikan penanganan yang tepat, serta menghindari terjadinya kekeliruan saat memberikan terapi, Dr Vita melalukan sesi konsultasi dengan pasien yang memerlukan waktu sekitar 45 hingga 60 menit.

Dalam tahapan tersebut, Ia akan memeriksa keadaan pasien secara umum, baik kondisi lidah, nadi, maupun tekanan darahnya. Menurutnya, proses tersebut akan memberikan kesempatan kepadanya untuk berkomunikasi dan mengenal lebih jauh kondisi pasiennya, sehingga saat melakukan terapi, pasien merasa nyaman dan dapat menentukan pilihannya untuk terapi berikutnya.

"Dalam terapi ini, sentuhan personal sangat penting. Komunikasi yang baik juga sangat berpengaruh akan proses penyembuhan pasien. Nah, apabila tahapan konsultasi sudah selesai, dilanjutkan dengan terapi. Perlu diketahui, bahwa. Akupunktur jarang sekali memberikan efek samping karena sifatnya memang alami dan cenderung aman," terang Dr Vita.

Untuk itu, seorang spesialis akupunktur dituntut untuk memperhatikan benar dan disiplin dalam menjaga kebersihan alat-alat praktiknya. Dr Vita yang sudah berpengalaman menangani sekian pasien, mengungkapkan, ia selalu menggunakan jarum yang steril.

Di samping itu, sebelum jarum ditusukkan ke bagian tertentu, Dr Vita akan membersihkan bagian tersebut menggunakan alkohol sehingga steril. Jarum yang sudah digunakan, tidak ia pakai lagi dan langsung dibuang di tempat khusus.

Selain itu, masyarakat yang awalnya cemas terapi akupunktur karena dianggap akan menyakitkan, tidak perlu khawatir lagi karena fakta yang ada tidaklah demikian.

"Jangan khawatir, meskipun ditusuk jarum, tidak akan mengeluarkan darah karena yang ditusuk bukanlah pada pembuluh darah. Apabilapun ternyata keluar darah, sangat kecil kemungkinan muncul kasus itu. Biasanya pasien hanya merasakan nyeri-nyeri kecil atau kesemutan, seperti cubitan," ujar Dr Vita.

Menurut Dr Vita yang sempat menempuh pendidikan akupunktur di Institut Lp3 Akupunktur Surabaya itu, praktik akupunktur manual yang sudah terjadi puluhan tahun tersebut, terasa lebih sakit. Karena jarum diputar secara manual menggunakan tangan.

Selain memerlukan waktu lebih lama, aliran darah pun tidak mengalir secara bersamaan, karena jarum diputar bergiliran, satu per satu.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan terapi akupunktur juga disarankan memperhatikan pola makannya. Dengan kata lain, pasien tidak dalam keadaan lapar atau terlalu kenyang, serta tidak terlalu lelah sebelum menjalani terapi.

Begitu juga usai menjalani terapi, pasien dianjurkan tidak melakukan aktifitas yang berlebihan. Apabila pasien menjalankan terapi sesuai prosedur, mereka akan mendapatkan manfaat terapi lebih maksimal. Ada berbagai jenis persoalan kesehatan yang dapat ditangani dengan akupunktur seperti stress, ketegangan otot, gangguan pencernaan, kesulitan tidur, masalah saraf semisal nyeri kepala, nyeri sendi, pinggang, punggung, serta berbagai penyakit kronis menahun lainnya.

"Penyakit kronis tentu akan memerlukan penyembuhan lebih lama. Tidak bisa instan dengan akupunktur. Pasien harus bersabar karena memang memerlukan beberapa tahap. Kini akupunktur memang menjadi pilihan banyak orang untuk tetap sehat dan cantik," tegas Dr Vita, kelahiran Malang, 30 Oktober 1972. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved