Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali Paradise

Interior Kayu Bikin Betah Pengunjung Livingstone Cafe & Bakery

Konsep kita casual dining, pengunjung bisa makan dengan nyaman

Tayang:
Editor: Agung Yulianto

Laporan Wartawan Tribun  Bali, Cisilia Agustina

MEMASUKI Livingstone Cafe & Bakery, ramainya jalanan Petitenget seakan tidak terasa lagi. Kesan nyaman dan tenang yang hadir ketika berada di dalam kafe satu ini.

Konsep klasik-modern dan minimalis yang diusung untuk dekorasi ruangan. Hal tersebut yang membuat pengunjungnya betah berlama-lama di tempat ini.

Dengan nuansa kayu sangat kental dalam setiap interior yang ada di Livingstone, membuat kesan hangat di tempat ini. Ruangan terbagi menjadi dua, indoor dan outdoor.

Kedua ruangan ini dipisahkan oleh pintu-pintu kaca, sehingga jika pada pagi dan siang hari, cahaya matahari dapat langsung masuk ke bagian dalam.

Dengan luas sekitar dua are, kafe yang terletak di Jalan Petitenget No 88x Kerobokan ini, berkapasitas 55 seat untuk indoor dan 35 seat untuk outdoor.

Livingstone berkonsep cafe & bakery menyajikan pastry, bakery, dan juga main course.

“Jadi di sini ada pastry, bakery, dan juga hot kitchen. Konsep kita casual dining, pengunjung bisa makan dengan nyaman dan dengan pilihan yang beragam juga,” ujar Sales Officer Livingstone, Wijaya Budiman.

Passion akan good food, itulah yang melatarbelakangi berdirinya tempat ini.

Dengan lima pemilik saham Livingstone, yang semua asli orang Indonesia, ingin menciptakan makanan berkualitas dan tetap dengan harga terjangkau.

Oleh karena itu, semua makanan dan minuman yang disajikan di Livingstone terbuat dari bahan-bahan berkualitas dan tanpa bahan pengawet sama sekali.

“Livingstone ini kita tujukan untuk kalangan mana pun, keluarga, pecinta kuliner, siapapun yang mengapresiasi kuliner,” ujar Wijaya.

Sekitar 60 persen pengunjung merupakan turis asing dan ekspatriat, dan sisanya dari domestik, yang membuktikan sajian di sini pun cocok dengan lidah turis dan domestik.

Semua makanan di Livingstone disajikan dengan tetap menjaga originalitas makanan tersebut.

“Makanan western disajikan sebagaimana disajikan di negaranya, makanan nusantara juga kita punya, dengan rasa yang asli juga. Tidak ada penyesuaian rasa,” ujar Budiman.

Restoran-restoran lain, yang umumnya melakukan penyesuaian rasa terhadap makanan yang disajikan agar cocok dengan lidah pengunjung, tidak begitu di Livingstone.

Hal ini ditujukan agar setiap orang yang datang ke sini dapat benar-benar merasakan keaslian makanan dari suatu daerah. (cas)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved