Banjar To Banjar

Ritual Sumur Baru Agar Keluarga Harmonis

Wanita yang mengenakan pakaian kebaya itu akan melaksanakan ritual karena telah selesai membuat sumur bor yang dikerjakan selama lima hari.

Editor: Iman Suryanto

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Argawa

TRIBUN-BALI.COM - Seorang warga Banjar Gede Kerobokan, Ni Wayan Wendriani tampak sedang menunggu Mangku Desa yang sekaligus Kelian Adat Banjar Gede, Wayan Wisnawa di rumahnya.

Wanita yang mengenakan pakaian kebaya itu akan melaksanakan ritual karena telah selesai membuat sumur bor yang dikerjakan selama lima hari.

“Kami lakukan ritual agar keluarga mendapatkan keharmonisan,” ujarnya kepada Tribun Bali.

Setelah menunggu beberapa lama, I Nyoman Wisnawa tiba di rumah yang memiliki empat bangunan tersebut. “Ya, kita mulai saja upacaranya,” ungkap Mangku Wisnawa kepada Wendriani yang juga ditemani seorang kerabatnya.

Sebelumnya, berbagai sarana ritual telah diletakkan Wendriani di atas sumur barunya yang tertutup dengan sebidang beton dan menggunakan mesin untuk mengambil airnya.

Tampak Wendriani menyalakan dupa dan diserahkan kepada Mangku Wisnawa. Setelah itu, mulailah mangku Wisnawa mengucapkan doa-doa dan meyiratkan tirta di atas sarana upacara.

Sehabis itu, tampak mangku Wisnawa mengambil sebuah skop dan mengambil beberapa tanah sisa hasil pengeboran dan dimasukkan ke dalam sumur.

“Tanah yang dimasukkan tersebut memiliki tujuan agar mengembalikan lagi tanah ke Ibu pertiwi agar tetap memberikan kesuburan,” ujar Mangu Wisnawa.

Wendriani menuturkan, sebelum melaksanakan ritual tersebut, dirinya telah melakukan ritual pecaruan. Untuk sarana upacaranya menggunakan banten pemlaspasan, pecaruan, pralina, capuh awu, dan pakeleb.

“Semoga dengan ritual ini penghuni sumur yang lama bisa memberikan kemakmuran karena sudah dipindahkan ke tempat yang baru,” ungkapnya.

Dia mengaku, sumurnya yang lama telah diuruk karena sudah tiak menghasilkan air dan dibuatlah sumur baru dengan cara dibor.

“Kalau dulu sumur yang kami miliki kedalamannya hanya 10 meter, tapi dengan sumur bor kami tambah kedalamannya menjadi 17 meter,” ujar Wendriani. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved