Persona
Apapun yang Menghasilkan Selisih Adalah Bisnis
Tetap Sederhana Meski Jabat General Manager CV Harmoni Permata
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Ketut Sudiani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berbagai keberhasilan yang diraih pengusaha muda, I Putu Hendika Permana, SKom MM, tak terlepas dari ketekunan dan semangat kerja keras juga cerdasnya.
Pria 27 tahun yang menjabat General Manager CV Harmoni Permata ini, begitu menguasai segala seluk beluk dunia IT dan Marketing.
Terbilang telah sukses memimpin usaha di bidang IT, Internet Marketing, Corporate Branding, Magazine, hingga Event Ticketing System itu, namun pria yang kerap disapa Hendik ini tetap sederhana dan bersahaja.
Ia pun banyak mengisahkan perjalannya terkait nabung dan memanfaatkan peluang sedikit apapun untuk mendapat uang, mulai dari sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi.
Seiring berjalannya waktu, tanpa terasa sebagai anak SMA, tabungannya sudah mencapai Rp 1 juta.
"Saya sangat ingat jumlahnya karena saat itu sangat ingin menonton konser Sheila on 7," katanya.
Lanjutnya, setiap calon penonton harus memiliki tabungan. "Mungkin mereka bekerja sama. Nah, tabungan pertama saya Rp 1 juta. Itu hasil usaha sendiri."
Hendik sejak awal sudah menyadari bahwa ia harus berusaha sendiri dan selalu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
Pernah ia ketika liburan sekolah, pergi ke kampung dan membantu kakeknya berjualan. Upah yang diberikan sang kakek, juga selalu ditabungnya.
"Jadi pagi sampai sore bantu kakek jualan di warung. Terus sore sampai malam, bantu jaga warnet." Dalam menjalani kehidupan, ia memiliki prinsip bahwa setiap liburan, ia mesti bekerja, bukan hanya berleha-leha.
Begitu pula saat ia melanjutkan studi di SMA. Di tengah kesibukannya mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan tugas-tugas sekolah, ia selalu mencari celah untuk bisa menghasilkan uang.
Berjualan kartu nama pun dilakukannya, hingga menjadi kuli bangunan. "Bagi saya, apapun yang menghasilkan selisih adalah bisnis. Besar atau kecil hasilnya, itu tidak menjadi masalah."
Ketekunan dan kegigihan Hendik berbuah hasil. Usai lulus SMA, tabungannya telah mencapai Rp 20 juta.
Ia menekankan, meskipun penghasilan seseorang semakin bertambah, baiknya gaya hidup juga tidak berubah, melainkan tetap sederhana.
"Belum tentu orang yang sederhana tidak bijaksana dan berjiwa besar," tegasnya. (*)