Youngstar

Rasa Rakut dan Rasa Tamak

Banyak belajar dari kisah hidup tokoh sukses Lo Kheng Hong dan Warren Buffet.

Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Ketut Sudiani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Meski terbilang sukses, AA Ngr Cahaya Paramananda menambahkan, risiko berbisnis saham memang ada, di antaranya harga yang turun atau tidak memperoleh profit.

Pada awal-awal memulai bisnis, ia juga sempat gagal ketika membeli saham Garuda Indonesia, mengalami lost hingga 10 persen.

Namun, pada bulan berikutnya, ia mencoba kembali, dan berhasil mendapat hingga 80 persen.

"Jadi ada dua konsep, rasa takut dan rasa tamak. Maksudnya, kadang karena ingin mendapat keuntungan tinggi, justru belakangan kita rugi banyak. Yang paling penting adalah bagaimana secepatnya mengetahui informasi terkini."

"Tapi sekarang rata-rata perbulannya 30 sampai 40 persen per bulan," imbuhnya.

Rama yang sedari awal memutuskan untuk tidak bekerja pada orang lain, kini juga tengah membuka warung makanan di depan rumahnya.

Putra sulung pasangan Ir AA Ngurah A Jaya Wikrama MT dan Drs AA Istri Alit ini mengaku banyak belajar dari kisah hidup tokoh sukses Lo Kheng Hong dan Warren Buffet.

"Saya banyak terinspirasi oleh sikap dan strategi yang mereka terapkan."

Ia menekankan bahwa sesungguhnya investasi saham tidaklah memerlukan modal yang besar, prosesnyapun tidak serumit yang dipikirkan masyarakat selama ini.

"Kita anak-anak muda juga bisa jadi investor. Jangan takut," pesan Rama yang sehari-harinya juga suka bermain musik, utamanya gitar. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved