Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Healthy

Awas, Penumpukan Kalori dalam Tubuh Bisa Timbulkan Penyakit

Takut kalau sampai kena obesitas parah. Makanya, bagaimana pun juga masih tetap

Penulis: Niken Wresthi KM | Editor: Agung Yulianto

Laporan Wartawan Tribun Bali, Niken Wresthi

SUDAH lama Ardilla mengeluhkan berat badannya yang mencapai 74 kilogram. Sedangkan tinggi badannya 155 sentimeter. Akibat berat badannya itu, dara berusia 22 tahun ini beraktivitas kurang fleksibel dan cepat merasa lelah.

Ukuran pinggang yang besar dan lipatan di seputar perut juga sedikit banyak mengganggu ruang geraknya.

“Kalau sudah banyak gerak gitu, yang paling bikin capek itu memang lipatan di perut ini. Terasa ada yang mengganjal gitu,” ujar perempuan berkulit sawo matang ini.

Untuk mengatasi keluhannya, perempuan yang akrab disapa Dilla ini mengaku telah mencoba beberapa cara diet. Namun, ia masih sulit mengontrol pola dan nafsu makannya.

“Sempat sih beberapa kali mencoba diet. Tidak ngemil lewat tengah malam. Tapi susah. Masih suka tergiur lihat cemilan-cemilan,” ujarnya sambil tersenyum tersipu.

Kendati demikian, Dilla mengakui bahwa kelebihan berat badan akan berdampak buruk pada kesehatan. Karenanya, ia terus berusaha mengatur pola makannya.

Meski belum teratur, Dilla juga menyempatkan diri melakukan olahraga. Seperti cardio atau lari pagi.

“Takut kalau sampai kena obesitas parah. Makanya, bagaimana pun juga masih tetap mencoba menahan nafsu ngemil,” ujarnya sambil melempar tawa.

Menanggapi persoalan Dilla, dr Bayuningrat, IGNM, SpOG, MM, CHt, seorang ahli obstetrisian dan ginekologi, mengatakan, masyarakat memang seharusnya mewaspadai tingkat obesitas atau kegemukannya.

Dia menambahkan, pada dasarnya yang disebut dengan obesitas adalah kelebihan kalori dalam tubuh. Kelebihan ini disebabkan karena ketidakseimbangan kalori yang diterima dengan kalori yang dikeluarkan.

“Pada dasarnya, obesitas itu terjadi karena adanya penumpukan kalori. Ya, namanya penumpukan berarti dia tidak terpakai. Yang nantinya bisa menimbulkan penyakit tertentu pada tubuh,” ujar dokter yang juga menjadi seorang pembicara di sebuah seminar kesehatan bertemakan “Makan Sepuasnya Badan Tetap Langsing & Awet Muda” di Hotel Puri Ayu Denpasar, Minggu (10/8/2014) pagi.

Bayu mengatakan, dampak obesitas tidak hanya menyerang laki-laki, tapi juga perempuan dan ibu hamil.

Dokter yang memfokuskan bidang kajiannya pada kandungan dan kebidanan ini mengatakan, pada perempuan, kelebihan kalori pada tubuh bisa menimbulkan gangguan menstruasi juga kesulitan kehamilan.

“Memang tidak selamanya diakibatkan oleh obesitas, tapi kegemukan bisa menjadi satu di antara faktor penyebab. Atau kami menyebutnya faktor risiko,” ujar Bayu. (wre)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved