Smart Women
Kadek Ridoi Rahayu Ajak Perjuangkan Hak Anak
Bali, sebagai destinasi pariwisata juga harus memiliki perhatian lebih terhadap kasus Phedofilia
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Agung Yulianto
Namun, dia menekankan, penghargaan itu tidak hanya ditujukan untuk dirinya, melainkan untuk kebangkitan generasi penerus di Bali dalam memperjuangkan hak-hak anak.
Doi banyak terlibat dalam berbagai isu-isu sosial, terutama yang berkaitan dengan anak-anak. Di tengah berbagai kesibukannya, ia juga meluangkan waktu untuk mengajar anak-anak pekerja di Pasar Badung.
“Saat menjadi mahasiswa saya bersama beberapa teman kuliah setiap dua kali sepekan menjadi pengajar di sana. Sebagian besar anak yang ada di sana bekerja sebagai tukang suun, terkadang saya berkolaborasi dengan beberapa organisasi remaja membuat kegiatan kreatif di sana seperti sesi kesehatan reproduksi dan kelas musik, terangnya.
Lahir dan tumbuh di Bali menyadarkan dirinya tentang kenyataan bahwa masih ada pekerja anak di Bali, misalnya sebagai pedagang cenderamata di beberapa destinasi pariwisata.
Doi semakin berpikir bagaimana caranya anak-anak itu agar mengetahui dan mendapatkan hak-hak mereka dengan baik.
“Akhirnya setelah beranjak remaja, pertanyaan-pertanyaan saya itu terjawab dan saya bisa melakukan sesuatu untuk mereka, tidak hanya sendiri tetapi juga mengajak orang lain yang mau peduli,” kata Doi yang mengaku masa kecilnya adalah saat-saat yang sangat penting dalam pembentukan karakternya. (sud)