PERSONA

Dampak Bom Bali Jual Harley Davidson untuk Gaji Karyawan

Lika-liku pejalanan Direktur PT Villa Mitra Sehati (The Kunja Villa and Spa) Cuk Taruna Hendrajaya

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Rizki Laelani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di tengah perjalanan bisnisnya yang sempat naik daun, perusahaan yang dipimpin Cuk Taruna Hendrajaya sempat kolaps saat terjadi bom Bali satu dan dua sekitar tahun 2002.

"Sempat kolaps bisnis ini karena bom Bali, saya jual aset-aset yang ada untuk membayar gaji karyawan dan menutup biaya lainnya. Bahkan sempat jual motor gede Harley Davidson saya untuk menutup kerugian yang dialami perusahaannya," kenang pria yang akrab disapa Deden.

Setelah itu, ia mencoba bangkit kembali dari keterpurukkan bisnisnya. Bermodalkan keberanian, Deden kembali mendirikan perusahaan yang diberi nama, PT Dimensi Cahaya Tropika yang masih bergerak di bidang properti tepatnya kontraktor dan desain bangunan.

Memulai dari awal lagi ia berbisnis, sampai pada akhirnya Deden kembali mendirikan PT Villa Mitra Sehati bergerak di bidang perhotelan tepatnya vila.

Sekitar tahun 2007 Deden resmi mendirikan Vila bernama "The Kunja Villa and Spa" saat itu vila pertama kalinya yang ada di daerah Kerobokan tepatnya di Jalan Lebak Sari. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved