Banjar To Banjar
Petilasan Dalem Sukawati, Cikal Bakal Keberadaan Puri Agung Gianyar
Pada zaman Kerajaan Dalem Sukawati, Banjar Pacung adalah sebuah hutan yang disebut Alas Temu.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Iman Suryanto
Pada zaman Kerajaan Dalem Sukawati, Banjar Pacung adalah sebuah hutan yang disebut Alas Temu. Di sinilah Raja Sukawati pertama, Anak Agung Anom meninggal.
Anak Agung Gede Dharma Putra, keturunan Dalem Sukawati menceritakan bahwa Anak Agung Anom adalah leluhur Raja Ubud dan Peliatan. Selain itu, beliau juga merupakan cikal bakal dari adanya Puri Agung Gianyar.
Pada masa kejayaannya Anak Agung Anom atau yang dikenal dengan Dalem Sukawati memiliki abdi setia bernama Dewa Manggis. Sebagai balasan atas kebaikannya, saat akan meninggal Dalem Sukawati memberi Dewa Manggis ajaran Nithi Sastra (ilmu pemerintahan).
"Setelah Dalem Sukawati meninggal dan Dewa Manggis memahami ilmu yang diberikan, ia pun mendirikan Kerajaan Gianyar. Karena itu, sampai saat ini antara Puri Agung Gianyar dan Puri Agung Sukawati memiliki hubungan baik," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (3/9).
Sebelum tahun 1977, di Petilasan Dalem Sukawati hanya ada Pandasana. Setelah itu dibuatkan Gedong Pengaruman. Adanya Gedong Pengaruman disebabkan ada orang yang dirasuki ruh Dalem Sukawati.
"Beliau menangis. Katanya di alam sana, ia menderita. Sebab tidak ada keturunannya yang mengingat dan bersembahyang di Petilasan ini. Karena itu beliau meminta dibuatkan Gedong Pengaruman," ujar Dharma Putra.
Mendengar tangis pilu leluhurnya, kata Dharma Putra, Tjokorda Suyasa yang juga keturunan Dalem Sukawati mengingatkan saudaranya yang ada di Puri Agung Peliatan dan Puri Agung Ubud agar bersembahyang di Petilasan Dalem Sukawati.
"Sejak itu, sekarang keturunan Dalem Sukawati sudah banyak yang datang ke sini," ungkapnya.
Saat Tribun Bali mendatangi Petilasan Dalem Sukawati, keadaannya sangat memrihatinkan. Rumput liar tumbuh di segala tempat. Tidak ada pagar pembatas di bangunan sederhana yang wantilan-nya hanya diplester semen itu.
"Tahun 1997 Tjokorda di Puri Saren Kauh Puri Agung Ubud pernah mengukur pekarangan ini. Katanya akan direnovasi ulang. Tapi sampai sekarang belum ada realisasinya," ujarnya lalu tersenyum. (*)