GRIYA STYLE
Bentuk Palungan Lebih Mudah
Telabah Jadi Inspirasi Dek Cung dalam Membuat Kolam Ikan
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Membuat kolam alami di halaman rumah, hingga kini masih menjadi pilihan banyak keluarga, termasuk I Made Gede Arnawa, atau yang akrab disapa Dek Cung (51).
Suara gemericik air dan tumbuhan perindang yang ditanam di sekitarnya, menurut Dek Cung, membuat suasana lebih sejuk.
Pria yang memiliki darah seni asal Ubud, Gianyar ini, mengaku membuat sendiri semua material untuk pembuatan kolam ikannya. Hiasan batu-batu besar dan sejumlah patung kodok, ia ciptakan langsung.
"Semua ini baru saya bangun sekitar satu setengah tahun lalu. Dulu orangtua tidak mengizinkan membuat telabah (sungai) di dalam rumah, karena dianggap seperti hutan," jelas Dek Cung.
Ia menyebut kolam itu sebagai telabah, sebagaimana yang sering diucapkan para tokoh di Bali.
Di Ubud terdapat cukup banyak sungai, alamnya pun terbilang masih terjaga. Hal itu setidaknya yang menginspirasi Dek Cung untuk membuat kolam ikan di rumahnya.
Saat Tribun Bali memasuki kediaman Dek Cung yang lokasinya tak jauh dari Puri Ubud, Sabtu (6/9/2014), kolam ikan yang dihias batu hitam berukuran besar, langsung menyambut.
"Semuanya saya buat sendiri dari bahan semen. Anak membantu juga, memberikan ide untuk bentuknya. Tapi pada intinya bebas saja, bentuk batu tidak perlu kaku," ujar Dek Cung.
Di dinding selebar sekitar tiga meter, dipasang sejumlah batu hitam yang ukurannya berbeda-beda. Pada bagian tengahnya, batu itu dibiarkan agak menjorok ke luar menyerupai tempat bertanggar burung-burung.
Tempat ikan ia buat berbentuk palungan (tempat makan babi). Menurut Dek Cung, selain bentuknya bagus, juga paling mudah dibuat.
"Sebenarnya itu untuk bunga teratai, tapi saya kira untuk tempat ikan sangat bagus," ucapnya.
Sementara batu hitam penyangga di bagian bawah dipoles hitam, sehingga menyerupai batu bulitan.
Sengaja saya isi debu juga biar lebih alami," ujar Dek Cung. Tempat kolam dapat dibuat dengan kedalaman sekitar 60 cm, berdiameter satu meter.
Apabila kedalamannya dirasa kurang untuk jenis ikan tertentu, semisal koi, dapat dipasang jaring penutup di bagian atasnya.
"Koi kan sering lompat-lompat, sampai ke luar. Nah, biar tidak ke luar kolam, saya akali dengan memasang jaring," terang Dek Cung yang ternyata juga pandai membuat patung. (*)