Trend Property
Pakai Sintetis Lebih Murah dan Hemat Sumber Daya Alam
Bingung pilih rotan rotan alami dan sintentis
Penulis: Niken Wresthi KM | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Produsen rotan asli umumnya membutuhkan proses finishing, seperti plitur untuk memperkuat warna. Proses finishing inilah yang tidak terdapat pada proses pengolahan rotan sintetis.
“Kalau sintetis memang pada saat pengolahannya itu sudah diberi warna sendiri-sendiri, jadi langsung, nggak perlu proses pewarnaan lagi,” ujar Manager Accounting House of Synthetic, Dita Fithriyana Yunus.
Sedangkan jika dilihat dari segi konsumen, Dita menuturkan, rotan sintetis dinilai lebih praktis karena lebih ringan.
Bobot yang lebih ringan inilah yang membuatnya lebih gampang dipindah atau diangkat. Kelebihan lain rotan sintetis adalah menghemat sumber daya alam.
Bahan rotan asli sekarang sudah semakin sulit ditemukan. “Memang rotan tergolong renewable, tapi sama saja ambil langsung dari alam, lama-lama pasti akan berkurang,” ujarnya.
Dengan keunggulan yang ditawarkan rotan sintetis ini, seringkali harga rotan sintetis justru dijual dengan harga yang lebih tinggi.
“Perbandingannya cukup tinggi, sampai 40 persen biasanya, dibanding dengan rotan asli,” ujarnya.
Jika satu unit kursi tunggal rotan sintetis berukuran kisaran 60 x 120 cm dibanderol seharga Rp 2,5 juta, rotan asli bisa dibanderol kisaran satu jutaan. (*)