Trend Property
Rotan Sintetis Seindah Aslinya
Bingung pilih rotan rotan alami dan sintentis
Penulis: Niken Wresthi KM | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rotan kini banyak dipilih untuk dijadikan bahan membuat furnitur.
Alasannya, tekstur lebih gampang dibentuk dan penampilannya tampak bagus. Menurut Manager Accounting House of Synthetic, Dita Fithriyana Yunus, tekstur ini tercipta dari proses pengerjaannya dengan cara menganyam batangan akar rotan.
“Karena pengerjaannya memang dianyam, jadi ada pola atau tekstur yang dihasilkan,” tutur perempuan akrab disapa Dita ini, ketika ditemui di ruangannya di Jalan By Pass Gusti Ngurah Rai, Denpasar.
Selain karena tekstur, kesan natural pun didapat, lantaran bahannya diambil langsung dari alam.
Namun, Dita menambahkan, selain, rotan asli, kini bahan rotan berbahan sintetis pun bisa dijadikan pertimbangan.
Sintetis yang dimaksud adalah bahan-bahan olahan kimia yang diolah sedemikian rupa untuk membuat furnitur mirip anyaman rotan.
“Rotan sintetis itu tiruannya rotan, bahannya memang dari plastik,” ujarnya. Meski tiruan, ada beberapa kelebihan yang bisa didapat konsumen.
Keunggulan utama yang ditawarkan rotan sintetis adalah penggunaan eksterior. Di banding sintetis, rotan asli memang lebih rentan cuaca.
“Kena lembab sedikit saja, biasanya langsung berjamur,” tutur perempuan pencinta kucing ini.
Karenanya, furnitur berbahan rotan asli tidak pernah difungsikan untuk kebutuhan eksterior.
Padahal, konsep alam yang ditawarkan kursi rotan sangat cocok jika diletakkan di luar ruangan seperti kebun.
Sebaliknya, Dita menuturkan rotan sintetis lebih ramah terhadap cuaca. Karena berbahan plastik olahan, paparan hujan dan air hanya sedikit memengaruhi ketahanan rotan sintetis.
“Mau kena hujan atau panas, nggak masalah. Makanya kalau untuk furnitur kursi-kursi untuk diletakkan di luar, orang biasanya memilih rotan sintetis,” ujar Dita.
Dilihat dari usia penggunaan, rotan sintetis bisa awet hingga 8 tahun, baik yang digunakan di dalam atau di luar ruangan.
Sedangkan rotan asli hanya bertahan sampai 4 tahun, untuk penggunaan interior atau dalam ruangan.
Dilihat dari segi penampilan, jika diperhatikan seksama memang anyaman rotan sintetis terlihat lebih kaku daripada rotan asli.
Namun, jika diperhatikan sekilas, hampir tidak ada bedanya antara yang asli dan sintetis. “Hampir nggak kelihatan bedanya, mirip,” tuturnya.
Keunggulan lain yang ditawarkan rotan sintetis adalah kepraktisan pengolahan, terutama bagi produsennya. (*)
.jpg)