PERSONA
Dunia Advokat Kurang Menarik Pilih Jadi MC
Berawal dari hobinya mengkoleksi pernak-pernik berbau brand Coca Cola waktu masih kecil, ia kemudian bercita-cita ingin bekerja di Coca Cola.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mudah bergaul dan ramah. Itulah kesan yang diperlihatkan Manager Key Account PT Coca Cola Balinusa Operation, Damar Aviantoro Kusuma.
Saat ditemui Tribun Bali, Sabtu (13/9/2014), tampak santai. Berkaos putih corak merah, di bagian depan kaosnya bertuliskan Coca Cola. Sangat akrab ketika membuka obrolan.
Vito panggilan akrab sehari-harinya ini, bercerita mengenai lika-liku karirnya. Pria lulusan Sarjana Fakultas Hukum Universitas Udayana pernah bercita-cita ingin menjadi seorang advokat untuk menegakkan hukum di Indonesia.
"Dulu lulusan S1 Hukum Unud, tapi saat lulus ternyata dunia advokat kurang begitu menarik, ya akhirnya nyangkut di perusahaan sekarang," ujar pria kelahiran Jakarta ini.
Ia pun banyak menceritakan awal mula bisa menjadi seperti saat ini. Berawal dari hobinya mengkoleksi pernak-pernik berbau brand Coca Cola waktu masih kecil, ia kemudian sempat bercita-cita ingin bekerja di Coca Cola.
"Koleksi pernak-pernik Coca-Cola dari kaos, gantungan kunci, dan barang-barang lain yang bertuliskan Coca-Cola jadi koleksi di rumah. Baik itu dikasih teman, saudara atau beli sendiri," ungkapnya yang baru sekitar lima tahun bergabung di Coca Cola. (*)
Banyak cerita menarik yang dialami Vino selama ia menekuni pekerjaanya. Untuk lebih lengkap lagi menikmati cerita Vino bisa dibaca di Tribun Bali, pada rubrik Persona halaman 15, Edisi 14 September 2014.