Perayaan Idul Adha di Bali
Tradisi Ngejot, Warga Muslim Angantiga Bagikan Daging Kurban
Tahun ini kami menyembelih 15 ekor kambing dan dua sapi, hewan kurban itu berasal dari sumbangan warga dan beberapa tokoh masyarakat,
Penulis: I Made Argawa | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Suasana ramai terlihat di belakang Masjid Baiturahman di Banjar Angantiga, Desa Petang, Kecamatan Petang, Badung, Bali.
Tampak sejumlah pria sedang menyembelih kambing dan sapi dalam merayakan Hari Raya Idul Adha, Minggu (5/10/2014).
Selain itu, anak-anak bersama para ibu juga lalu lalang menambah semarak suasana di tempat tersebut.
“Tahun ini kami menyembelih 15 ekor kambing dan dua sapi, hewan kurban itu berasal dari sumbangan warga dan beberapa tokoh masyarakat,” kata seorang panitia Kurban Idul Adha 2014 di Masjid Biturahman, Banjar Angantiga, Petang, M Ramsudin kepada Tribun Bali (5/10/2014).
Pria 40 tahun itu menerangkan dalam setiap perayaan Idul Adha, umat muslim yang berjumlah 110 kepala keluarga (KK) di banjar tersebut selalu melakukan tradisi ngejot kepada umat lain, utamanya umat Hindu yang ada di banjar tersebut.
“Khususnya bagi tokoh masyarakat, selain itu keluarga nyama Hindu yang masih memiliki pertalian saudara sedarah,” terangnya. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali