Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Mom & Kids

Ajarkan Kepedulian Pada Sesama Untuk Bentuk Karakter Buah Hati

Yuk Ajak Anak Sadar Kebersihan Lingkungan Sedini Mungkin

Penulis: Irma Yudistirani | Editor: Rizki Laelani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyak cara yang bisa dilakukan orangtua untuk menumbuhkan karakter buah hati. Misalnya, cara yang paling mudah yakni, melibatkan anak peduli lingkungan.

Perlu diketahui, lingkungan merupakan sarana atau media belajar yang paling murah dan lengkap bagi seorang anak.

Dari sana, anak-anak akan mendapat banyak inspirasi untuk pengalaman belajarnya.

"Saya justru menganjurkan orangtua agar mengenalkan anak peduli sejak dini," kata Budhi Sagita Wiratama, Wakil Kepala Sekolah HighScope Indonesia, Bali, pada Tribun Bali, Sabtu (11/10/2014).

Bila pembentukan karakter dilakukan sejak dini, kata Budhi sapaannya, maka rasa peduli pada lingkungan akan tumbuh hingga dewasa nanti.

Contohnya, anak bisa tahu membuang sampah itu harus di tempat sampah. Maka ketika menginjak sekolah dan remja, kebiasaan itu akan terus dilakukan.

Mengajarkan anak supaya peduli lingkungan dapat dilakukan di manapun dan kapanpun. Tidak terbatas di rumah atau di lingkungan sekolah saja.

Bersih-bersih kamar, mencuci piring setelah makan, membuang sampah di tong, mengantre di tempat umum, menolong orang lain, dan lain-lain adalah contoh kepedulian yang bisa diajarkan orangtua pada anaknya sejak usia dini.

Tidak ada perbedaan tugas antara anak perempuan dan laki-laki saat diajarkan peduli lingkungan.

Meski pada kenyataannya, masih ada keluarga yang menerapkan perbedaan pembagian tugas tersebut.

Umumnya, pembagian tugas itu berkaitan dengan kemampuan dan kesesuaian jenis pekerjaan. Misalnya, anak laki-laki menyiram taman, membantu orangtua berkebun, mencuci kendaraan, dan lain-lain.

Sedangkan anak perempuan, bertugas membantu ibu memasak, menyapu rumah, mencuci, dan hal lainnya.

"Ini dikembalikan lagi kepada karakter keluarga dan kesepakatan yang dibangun dalam lingkungan keluarga. Yang jelas, kegiatan kebersamaan seperti itu, dapat mempererat hubungan psikologis antara orangtua dan anaknya," pungkas pria berusia 31 tahun ini. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved