Breaking News:

Healty

Interaksi Sosial Bisa Jadi Solusi Kegalauan

interaksi sosial yang dilakukan remaja merupakan hal yang sangat krusial.

Penulis: Niken Wresthi KM | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/NIKEN WRESTHI KM
ASYIK NGOBROL - Terapi menekan perasaan stres dan jenis masalah psikis lainnya bisa dilakukan dengan cara yang paling sederhana, yakni melakukan interaksi sosial. Daripada menutup diri, memilih membangun interaksi sosial jauh lebih baik. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tiga remaja tengah asyik berdiskusi di lapangan Puputan Badung, Kamis (30/10/2014) sore.

Mereka adalah, Irul, Erika dan Bagus. Tiga sahabat ini, sebelumnya sepakat untuk bertemu sambil jalan-jalan sore.

“Biar nggak jenuh juga, daripada ngerjain tugas sendiri, atau bengong sendiri di kamar, lebih baik rame-rame begini,” ujar Bagus yang masih menempuh pendidikan menengahnya di SMAK Harapan, Denpasar ini.

Senada dengan temannya, ketika sedang jenuh, Irul dan Erika pun lebih memilih menghabiskan waktu bersama beberapa teman daripada mengurung diri atau galau.

Bagus biasa menghabiskan waktu untuk jalan-jalan ke beberapa tempat terbuka seperti pantai atau taman kota.

Sedangkan perempuan berkacamata Erika, lebih memilih berkeliling mal, sendangkan Irul mengaku merasa cukup hanya dengan keluar dari rumah dan mengajak ngobrol beberapa kawan.

Selain melakukan interaksi sosial, mereka juga gemar menghabiskan waktu, ketiganya sering melakukan hal-hal yang disukai. Misalnya, bermain drum, berolahraga futsal atau sekadar foto diri atau selfie.

“Saya sih hobinya selfie, jadi kalau lagi pusing banget, jenuh, nggak ada temen, selfie dulu,” tutur perempuan berkulit cerah ini. Kebiasaan berinteraksi sosial bersama teman atau yang lainnya ternyata jadi bagian terpenting dalam membantu menyeselesaikan sebuah permasalah.

Ditemui di tempat terpisah, Psikolog, Lyly Puspa Palupi Sutaryo mengatakan, interaksi sosial yang dilakukan remaja merupakan hal yang sangat krusial.

Terutama jika bicara mengenai tekanan psikis yang tengah dihadapi seseorang.

Cara ini dinilainya lebih efektif untuk menekan masalah psikis daripada mengurung diri. Membangun kontak sosial, tuturnya, bisa turut membantu seseorang dalam menghadapi masalah psikisnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved