Youngstar
Rancang Rumah Satu Hati untuk ODHA
Wujudkan mimpi Nyoman Agus Jagat Raya membangun kepedulian pada pengidap HIV/AIDS
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berawal dari pengalaman aktif selama di organisasi dan terjun dalam sejumlah penelitian, Nyoman Agus Jagat Raya (23), berinisiatif merancang Rumah Satu Hati.
Rumah itu nantinya akan menyediakan pelayanan yang fokus pada kesehatan pengidap HIV/AIDS.
Gagasan soal rancangan Rumah Satu Hati itu, ia tulis dalam sebuah karya esai. Tulisan tersebut lalu dilombakan di Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Tak disangka, tulisannya menjadi yang terbaik, dan menjadi juara satu. Ide membuat Rumah Satu Hari muncul, lantaran ia seringkali melihat adanya diskriminasi terhadap para penderita HIV/AIDS atau biasa disebut ODHA.
Selain itu, mereka yang sudah terinfeksi sering kesulitan menemukan tempat berobat yang membuat mereka bisa nyaman.
"Jadi Rumah Satu Hati, rencananya untuk sementara di Denpasar. Sebenarnya sudah ada program serupa dilakukan para LSM. Hanya saja, rumah ini lebih fokus pada kesehatan ODHA saja," terang Jagat yang baru memperoleh gelar sarjana di Universitas Udayana, awal November lalu.
Melalui program itu, para ODHA yang berusaha untuk sembuh mendapat tempat yang bisa menerima mereka apa adanya.
Tidak sedikit di antara mereka yang malu dan takut datang ke tempat pelayanan kesehatan umum untuk berobat.
"Para petugas di sana kalau bisa juga pernah memiliki pengalaman serupa dan kini sudah sembuh. Jadi, mereka kan bisa lebih nyaman, karena dilayani petugas yang pengertian dan berempati," kata pemuda yang sempat menjadi program officer advocacy and campaign for youth KISARA PKBI Bali.
Jagat menyebutkan, bila ODHA terus mendapat perlakukan diskriminatif, justru akan mempersulit mereka untuk sembuh.
"Kasihan kalau mereka terus didiskriminasi. Kalau begitu, kapan bisa sembuhnya? Yang penting adalah bagaimana mereka merasa nyaman untuk bercerita dan konsultasi, karena rasa nyaman itu kini sangat mahal."
"Semuanya berdasar pada asas kemanusiaan dan kepedulian pada sesama," tambahnya. (*)