Art and Culture
Made Taro 30 Tahun Abdikan Diri untuk Mendongeng
Made Taro tidak hanya mencoba mengingatkan nyama Bali akan kekayaan tradisi Bali
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Agung Yulianto
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Ketut Sudiani
MADE Taro menghidupkan kembali satu per satu kisah rakyat dan permainan tradisional. Maestro seni tradisi lisan asal Manggis Karangasem ini membangunkan memori kultural masyarakat akan bidang kesenian, yang keberadaannya kian terkikis.
Sejumlah alat musik tradisional Bali memenuhi setiap sudut teras rumah pria berusia 75 tahun ini. Di dinding, terlihat beberapa potret perjalanan sang seniman mendongeng dari satu negeri ke negeri lain. Sebuah pigura mengabadikan momen Made Taro ketika berada di depan patung sang legenda Nelson Mandela.
Tangan Made Taro masih lincah memainkan cungklik berdaun delapan. Sembari menggerakkan panggulnya ke kanan dan ke kiri, dia melantunkan tembang-tembang dalam bahasa Bali. Dia mengenakan kamben dan udeng, saat ditemui Tribun Bali di kediamannya, belum lama ini.
Made Taro tidak hanya mencoba mengingatkan nyama Bali akan kekayaan tradisi Bali, tetapi juga berupaya memperkenalkannya kepada penduduk nusantara dan warga dunia. Melalui dongeng, Made Taro telah menjelajah Australia, Afrika Selatan, dan Singapura.
Pada akhir Januari mendatang, dia diundang untuk mendongeng pada Story Telling Festival di sebuah perguruan tinggi di Thailand, lokasinya berbatasan dengan Laos.
“Katanya akan ada pementasan dari seniman seluruh ASEAN, juga dari negara-negara lainnya. Saya akan membawakan dongeng tentang Dewi Sri yang sebenarnya khas dari Asia Tenggara,” ujarnya.
Sudah lebih dari 30 tahun Made Taro mengabdikan dirinya untuk mendongeng, menulis cerita, lagu anak-anak, juga melestarikan, memodifikasi, dan menciptakan berbagai permainan tradisional. Hingga saat ini, belum pernah sekalipun terbersit di benaknya untuk berhenti.
Suami Wayan Wati itu mengaku melakoni semuanya dengan senang. Karya-karyanya terus menerus mengalir. Daya kreatif dan imajinasinya tetap bergerak, seakan tak berbatas.
Seperti kenangan masa kanaknya yang terus berkelindan, tak henti-hentinya mengusik dan mengundang kreatifitasnya. (sud)
Apa saja permainan yang diciptakan Made Taro, dan apa saja karya tulisnya? Ikuti kisah Made Taro di Tribun Bali edisi cetak, Minggu (14/12/2014)!