Sarbagi
Dua Bocah Bawa Sabu, Sering Temui Ayahnya Sebelum Masuk Lapas
Polisi dalami percobaan penyelundupan narkoba ke Lapas Kereobokan
Penulis: Edi Suwiknyo | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Satuan Narkoba Polres Badung masih mengembangkan kasus percobaan penyelundupan narkoba oleh dua anak di bawah umur ke Lapas Kelas 2 A Denpasar, Kerobokan, Badung, Sabtu (10/1/2015).
Hingga saat ini polisi masih memintai keterangan kepada anak berinisial JN (16). Kasat Narkoba Polres Badung, AKP Bambang Gede Harta, mengatakan, JN diamankan lantaran tertangkap tangan membawa narkoba.
"Dia yang membawa, jadi ia yang kami mintai keterangan," jelasnya, Minggu (11/1). Dari hasil pemeriksaan sementara, JN bersama adiknya AD (10) sering ke lapas untuk mengirimkan makanan ke kakaknya yang mendekam di penjara karena kasus pelecehan seksual.
"Namun, apakah barang tersebut ditujukan kepada kakaknya tersebut, itu yang masih kami dalami," ujarnya.
Pengembangan sementara, dari keterangan JN polisi menemukan fakta baru. Semula pihak polisi mencurigai bahwa ibu JN sebagai orang yang ada di balik pengiriman paket sabu tersebut.
"Namun, setelah kami dalami, dugaan justru mengarah kepada ayah pelaku," imbuhnya. Dugaan tersebut diperkuat dari hasil pengembangan terhadap ibunya.
Saat dimintai keterangan, ibu pelaku tak tahu-menahu mengenai barang yang ada di dalam nasi bungkus tersebut.
Sementara keterangan dari pelaku sebelumnya, ia selalu menemui ayahnya sebelum berangkat ke lapas.
"Meski demikian, hingga saat ini kami masih melakukan pengembangan mengenai hal itu," imbuhnya.
Mengenai status kedua anak tersebut, AKP Bambang mengatakan, keduanya tidak ditahan. Sedangkan ibu JN dan AD, saat ini statusnya masih saksi.
"Untuk JN memang masih kami lakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan sendiri ia didampingi badan pemasyarakatan (Bapas)," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Lapas Kelas 2 A Kerobokan Sudjonggo, mengatakan, hingga saat ini masih menunggu hasil penyelidikan Satuan Narkoba Polres Badung.
"Kami masih menunggu, karena saat ini kami juga belum mendapat kabar terbaru soal kasus tersebut," terangnya.
Namun, bila benar ada keterlibatan narapidana dalam kasus penyelundupan tersebut, pihaknya akan melakukan penyelidikan.
"Kami masih menunggu. Jika memang benar ada, kami akan lakukan penyelidikan dan selanjutnya berkoordinasi dengan kepolisian untuk hal itu," terangnya.
Kasus percobaan penyelundupan narkoba ke lapas ini juga memunculkan pertanyaan mengenai pengamanan di seputar lapas.
Sudjonggo mengatakan, saat ini modus penyelundup mulai menggunakan cara-cara yang kadang tak terduga.
Hal itu dilakukan tak lain untuk untuk mengelabui para petugas. Tak hanya itu, minimnya keterbatasan alat yang dipunyai oleh lapas pun, jadi masalah baru terkait deteksi masuknya narkoba.
"Selama ini pengamanan masih mengandalkan pemeriksaan manual. Hal ini tentu tidak optimal. Alangkah baiknya jika selain pemeriksaan manual juga didukung alat pendeteksi barang seperti X-Ray," tandasnya. (*)