Paiketan Pemangku Mengharapkan Kedamaian dan Kesejahteraan
Paiketan Pemangku Tirta Yatra Bhaga Pawana Santhi Bali berharap agar dalam menyikapi suatu permasalahan,
Penulis: imam hidayat | Editor: Iman Suryanto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Paiketan Pemangku Tirta Yatra Bhaga Pawana Santhi Bali berharap agar dalam menyikapi suatu permasalahan, haruslah mengedepankan sifat Sattwam, serta niat yang Las Carya. Dengan demikian akan menghasilkan suatu solusi yang terbaik bagi semuanya.
"Janganlah didominasi oleh sifat-sifat rajas dan tamas," ujar Ketua Paiketan Pemangku Gusti Mangku Ngurah Mendra, Senin (19/1) usai perayaan Hari Raya Siwaratri dalam rilis yang diterima Tribun.
Pada kesempatan itu pula, Paiketan Pemangku Tirta Yatra Bhaga Pawana Santhi Bali juga menyatakan, hubungan serta hak dan kewajiban antara pemerintah dengan rakyat, sejatinya telah diatur juga di dalam kitab suci Weda.
Seperti di dalam sastra suci Atharwa Weda XIII.1.34. Kewajiban dari Pemerintah (pemimpin) disebutkan Prajam ca roha, Amrtam ca roha, yang artinya wahai pemimpin buatlah rakyat menjadi makmur, bahagia dan abadi. Itulah hak bagi rakyat dan di dalam Reg Weda VIII.25.16 disebutkan Tasya Wratani Anuwas Caramasi yang artinya kami mematuhi perintah-perintah dari para pemimpin. Itulah kewajiban bagi rakyat dan merupakan hak dari pemimpin.
Selain itu disebutkan, Pulau Bali dengan masyarakatnya, terkenal dengan keindahan alamnya dan budaya Bali yang luhur, sehingga banyak orang-orang dari dalam negeri atau dari luar negeri yang berkunjung ke Pulau Bali. Sehingga sektor pariwisata menjadi andalan perekonomian masyarakat Bali. Jadi secara riil kesejahteraan masyarakat Bali bisa meningkat jika sektor pariwisata di Bali juga meningkat.
Oleh karena itulah, ujar Ketua Paiketan Pemangku Gusti Mangku Ngurah Mendra menyatakan, kelompok Paiketan Pemangku Tirta Yatra Bhaga Pawana Santhi Bali yang anggotanya terdiri dari para pemangku-pemangku yang ada di Pulau Bali mengharapkan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat Bali, dikarenakan dengan kedamaian dan kesejahteraan akan dapat mendukung pelaksanaan ajaran agama Hindu secara lebih mendalam lagi.
Untuk itu, Paiketan Pemangku Tirta Yatra Bhaga Pawana Santhi, menyatakan dukungannya terhadap rencana Revitalisasi Teluk Benoa yang sejalan dengan Peraturan Presiden No 51 Tahun 2014 ini disampaikan dalam tiga poin dukungan yang disampaikan pada acara tersebut. (*)
