Beauty

Nih, Cara Memperindah Alis dengan Benar

Untuk membuat alis, ujung alis tidak dibuat terlalu panjang, tetapi proporsional sesuai bentuk wajah.

Penulis: Ida A M Sadnyari | Editor: Uploader bali
zoom-inlihat foto Nih, Cara Memperindah Alis dengan Benar
Tribun Bali
Melukis alis.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Memiliki bentuk alis yang indah tentu menjadi idaman setiap wanita. Namun sebagian orang mengalami kesulitan dalam membentuk alis karena diperlukan keahlian dalam menggambar alis dengan pensil.

Jika salah, bukannya semakin cantik, tetapi justru menjadi terlihat aneh.

"Membentuk alis diperlukan mood yang bagus, sebab kalau tidak, bisa menghasilkan alis yang berbeda antara sisi kiri dan sisi kanan," ungkap Operasional Manager Salon Day Spa Martha Tilaar, Irani Maharani.

Selain mood, alis yang cantik bisa diperoleh dengan merapikan sehingga bentuk alisnya semakin kelihatan. Ini bisa dilakukan dengan mencabut atau menguris alis.

Menurut perempuan yang akrab disapa Rani, jika tidak terbiasa mencabut alis, sebaiknya dikuris saja sehingga tidak menimbulkan rasa sakit dan kemerahan.

Setelah alis terbentuk, gunakan pensil alis untuk melukisnya sesuai bentuk alis aslinya sehingga terkesan natural dan tidak kaku.

"Pada bagian pangkalnya bisa diblok terlebih dahulu dengan pensil alis, kemudian ditarik dengan jari sehingga kelihatan ada shading. Tidak perlu pakai shading sendiri akan lebih mudah. Sederhana saja, alis akan terlihat cantik alami," katanya.

Pentingnya membentuk alis menurut Rani dapat menjadikan seseorang terlihat lebih cantik, tentu yang harus diperhatikan adalah warna dan ketebalan alis.

Warna cokelat akan memberi kesan alis terlihat natural. Jika alis sudah tebal, cukup menggunakan brush sehingga tidak bertambah tebal.

Untuk membuat alis, ujung alis tidak dibuat terlalu panjang, tetapi proporsional sesuai bentuk wajah. Jika terlalu panjang akan memberi kesan mata turun. Buatlah alis seimbang antara kiri dan kanan, lukis alis sesuai bentuk aslinya.

Rani mengatakan, mata menjadi bagian utama yang mendapat perhatiannya ketika berias.

“Karena mata adalah jendela hati. Saya tidak terlalu memakai lipstick, meski bepergian tanpa lipstick rasanya tidak masalah, tapi mata harus dirias. Justru mata yang bisa berbicara, dari tatapan, pandangan dan riasan itu mempengaruhi. Riasan mata akan membuat pandangan terlihat tajam,” urainya.

Malah saat ini, perempuan cenderung memilih lipstik yang benar-benar soft hingga nyaris tidak terlihat karena menonjolkan mata. Tidak hanya melalui pembentukan alis tapi juga eyes shadow.

Menurut Rani, terkadang bentuk mata antara kiri dan kanan berbeda sehingga dengan make up bisa menutupi kekurangan tersebut dan membuatnya lebih sempurna.

“Permainan make up pada mata menggunakan eyes shadow dengan kesan gelap bisa menutupi kekurangan pada mata. Make up juga layaknya topeng namun penting terkait pekerjaan yang menuntut selalu tampil cantik,” kata Rani.

Selain inner beauty, berdandan itu juga perlu dalam pekerjaan dan untuk menjaga keutuhan rumah tangga.

“Kalau cantik, suami akan kerasan di rumah,” ujarnya seraya tertawa.

Riasan juga harus disesuaikan dengan situasi, kalau kerja pagi make up tidak terlalu over sedangkan malam bisa lebih tebal. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved